RADARSOLO.COM - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta kembali menambah dua lulusan dokter baru melalui ujian terbuka promosi doktor program studi pendidikan agama Islam, Selasa (4/4). Dengan ini UNU Surakarta telah meluluskan 34 doktor.
Azka Sya'bana dan Riyanto menjadi lulusan doktor ke-33 dan ke-34 UNU Surakarta. Mereka resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji.
Azka Sya'bana memaparkan disertasinya yang berjudul "Model Penjaminan Mutu Sumber Daya Manusia melalui Estimasi Supply and Demand dan Resourcing Strategy di Pondok Pesantren Al-Jauhar Gunung Kidul".
"Hasilnya kualitas SDM meningkat signifikan dengan mutu ustaz mencapai skor 88,4 melampaui passing grade yang ditetapkan," bebernya.
Dia menambahkan, model ini meningkatkan kinerja, kepuasan kerja, dan kualitas interaksi di lingkungan pesantren. Sehingga relevan dan fleksibel diterapkan di pesantren lain.
Sementara, Riyanto mempresentasikan disertasi dengan judul "Pengaruh Internalisasi Pendidikan Karakter (Nilai Religius, Keteladanan Guru, Kejujuran, dan Kedisiplinan) terhadap Kesalehan Sosial pada Siswa SDIT Al-Huda, SDMPK, dan SDIU Al-Amanah Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2023/2024".
Riyanto mengatakan, hasil penelitiannya menunjukkan nilai religius, keteladanan guru, kejujuran, kedisiplinan berhubungan positif terhadap kesalehan siswa pada ketiga sekolah tersebut.
"Internalisasi pendidikan karakter yang diterapkan di tiga sekolah tersebut memprediksikan akan dapat membentuk fondasi untuk membangun karakter anak bangsa Indonesia yang memiliki kesalehan sosial," paparnya.
Rektor UNU Surakarta A. Mufrod Teguh Mulyo mengatakan, kedua promovendus dinyatakan lulus dengan predikat cum laude dan berhak menyandang gelar doktor. Dia berharap Azka tidak berhenti belajar dan menggapai ilmu yang lebih tinggi.
"Harapan kami Dr. Riyanto tidak hanya sampai di sini mencari ilmunya tetapi dikembangkan kalau bisa alih profesi tidak cukup jadi guru tetapi menjadi dosen. Sehingga ada harapan menjadi profesor," harapnya. (zia/nik)
Editor : Niko auglandy