RADARSOLO.COM-Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dikabarkan mewajibkan mahasiswa aktif untuk memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.
Tidak hanya itu, fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) harus di Klinik Pratama UNS Medical Center.
Hal tersebut sebagai syarat dalam pengisian kartu rencana studi (KRS) mahasiswa.
Kebijakan itu banyak dikeluhkan mahasiswa UNS.
Mahasiswa mengaku belum mendapatkan sosialisasi yang cukup mengenai kebijakan ini.
Seperti diungkapkan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS.
Mahasiswa semester 6 yang namanya enggan dipublikasikan itu mengatakan, informasi terkait aturan harus punya BPJS Kesehatan untuk urus KRS belum jelas.
“Dari yang aku tahu, kebijakannya dari universitas itu memang diwajibkan untuk semua mahasiswa sebelum mengisi KRS harus memindahkan fasyankes BPJS mereka ke Medical Center UNS,” terangnya, Rabu (5/2/2025).
“Aku sendiri sebenarnya sama sekali belum tahu informasi itu karena memang tidak di-share di grup fakultas,” lanjut dia.
Menurut mahasiswa berhijab tersebut, kebijakan ini menyulitkan mahasiswa. Terutama bagi mereka yang tinggal di luar Solo.
“Kalau yang PP (pulang-pergi kuliah) dari rumah ke kampus dengan faskes BPJS yang dekat rumah, kemudian dipindahkan ke faskes di Medical Center, justru makin jauh. Kurang efektif dan efisien,” tambahnya.
Senada diungkapkan mahasiswa FKIP lainnya.
Baca Juga: SMKN 2 Solo Ungkap Penyebab Gagal Isi PDSS yang Berujung 300 Siswa Tak Bisa Daftar SNBP
“Aku enggak setuju. Soalnya mendadak dan juga kurang efektif untuk seluruh mahasiswa,” ujar sumber radarsolo.com.
“Kan enggak semua mahasiswa UNS domisilinya di Solo. Ada yang di luar Solo juga, apalagi di luar provinsi itu juga banyak. Jadi menurut saya itu enggak sesuai lah,” tandas mahasiswa asal Jawa Timur tersebut.
Ditambahkannya, kebijakan itu akan menyulitkan mahasiswa perantauan.
“Kalau tetap diwajibkan (harus punya BPJS Kesehatan), ya buat. Tapi kalau harus (faskes) di Medical Center UNS, aku enggak setuju. Karena itu jauh dari domisili asli aku,” imbuhnya.
Mahasiswa yang murah senyum itu juga menyoroti kurangnya sosialisasi dari pihak UNS tentang layanan di Medical Center.
“Kayak kurang sosialisasi dari Medical Center tentang pelayanan mereka. Jadi banyak mahasiswa yang kurang tahu Medical Center tuh melayani apa saja,” jelas dia. (zia/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono