RADARSOLO.COM-Tim dosen dan mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta mengadakan program pendampingan bagi UMKM Boboo Baby.
Mereka melakukan pendampingan dalam pengelolaan limbah produksi serta penerapan sistem kontrol kualitas berbasis digital, Kamis (13/2/2025).
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada pelaku UMKM.
Guna meningkatkan keberlanjutan bisnis dan daya saing melalui pemanfaatan platform digital dalam monitoring limbah serta pengendalian kualitas produk.
Ketua Tim Pengabdian UDB Surakarta Niken Trisnawati menekankan, pencatatan produksi yang terstruktur merupakan aspek penting dalam keberlanjutan bisnis.
Sistem ini memudahkan evaluasi dan pengawasan, meningkatkan efisiensi produksi, serta mendukung daya saing produk lokal.
"Alhamdulillah, dapat menjalin kolaborasi dengan UMKM. Harapannya, dengan adanya pendekatan digital, UMKM dapat lebih mudah melakukan monitoring sehingga produksi lebih efisien dan berdaya saing," ujar Niken.
Program ini mencakup berbagai kegiatan. Mulai dari sosialisasi dan diskusi tentang sistem pencatatan digital, pelatihan langsung bagi pegawai, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.
Pendampingan ini disambut antusias oleh pemilik UMKM Boboo Baby Almas Luthfi, serta para pegawai yang hadir.
Ia mengaku program ini sangat membantu dalam meningkatkan kontrol kualitas dan pengelolaan limbah.
"Sebelumnya, pencatatan limbah dan kontrol kualitas belum pernah dilakukan, jadi sulit untuk melacak produk cacat sebelum sampai ke konsumen," kata Almas.
Baca Juga: PKM UDB Surakarta: Latih Siswa SMKN 5 Surakarta Keterampilan Desain Digital
"Limbah yang dihasilkan juga tidak tercatat jumlahnya. Sekarang, dengan adanya sistem digital ini, kami bisa melakukan evaluasi dengan cepat dan tepat berdasarkan data," imbuhnya.
Dengan adanya digitalisasi pencatatan dan pengelolaan produksi, UMKM dapat lebih efisien dalam menekan limbah, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas pasar.
Ke depan, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak UMKM di wilayah Surakarta dan sekitarnya.
Melalui kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha, digitalisasi produksi diharapkan mampu mengurangi dampak lingkungan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono