RADARSOLO.COM - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta kembali menggelar ujian promosi doktor Program Studi (Prodi) S3 Pendidikan Agama Islam (PAI), Kamis (27/2/2025). Momentum ini menambah dua lulusan doktor UNU Surakarta.
Mahasiswa program pascasarjana Prodi S3 PAI Moh Aripin menjadi doktor ke-38 dan Mudloaf sebagai doktor ke-39 UNU Surakarta. Mereka resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji.
Aripin memaparkan disertasinya yang berjudul "Pengaruh Implementasi Metode Wafa dalam Pembelajaran Tahfidzul Quran terhadap Peningkatan Motivasi, Minat, dan Kemampuan Membaca Alquran (Studi Siswa Kelas VI SDIT Az-Zahra, SDIT Darul Hiqmah, SDIT Luqman al Hakim Sragen Tahun Pelajaran 2023/2024)".
"Metode wafa menekankan penggunaan gerakan visualisasi serta teknik pembelajaran yang menyenangkan. Itu langkah yang smart dalam pembelajaran Alquran," paparnya.
Sementara, Mudloaf memaparkan disertasi berjudul "Implementasi Kompetensi dan Manajerial Nazhir Wakaf serta Keberadaan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam Peningkatan Kesejahteraan Umat di Kota Surakarta".
"Saya merekomendasikan ke depan siapa pun yang menjadi nadzir, baik perseorangan, organisasi, maupun lembaga, apalagi yang menjadi pengurus BWI dia harus memiliki sertifikat kompetensi," jelasnya.
Rektor UNU Surakarta A. Mufrod Teguh Mulyo menyampaikan, Aripin lulus setalah menempuh masa studi 7 semester dengan predikat kelulusan cum laude.
"Mudloaf dinyatakan lulus dengan predikat kelulusan sangat memuaskan," ujarnya.
Dia berharap ilmu yang didapatkan keduanya dari program Pascasarjana UNU Surakarta bisa bermanfaat di dunia dan akhirat. (zia/nik)
Editor : Niko auglandy