Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Soal Kabar Adanya Pemain Titipan di SKO Kota Solo, Ini Klarifikasi Dispora 

Fauziah Akmal • Senin, 10 Maret 2025 | 03:13 WIB

 

 

DISOROT: Siswa KKO tengah menjalani latihan di Stadion Mini Surakarta, Cengklik, Sabtu (8/3).
DISOROT: Siswa KKO tengah menjalani latihan di Stadion Mini Surakarta, Cengklik, Sabtu (8/3).

 

RADARSOLO.COM - Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Solo menegaskan bahwa tidak ada program magang atau titipan dalam latihan siswa SMP Khusus Olahraga (SKO). Dispora telah menerbitkan regulasi tertulis yang melarang pelatih melatih anak di luar siswa SKO pada sesi latihan resmi.

Sebelumnya, Komisi IV DPRD Kota Solo melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap latihan cabang olahraga (cabor) sepak bola SKO. Dalam sidak yang digelar di Stadion Mini Surakarta di Cengklik, ditemukan sejumlah anak yang bukan siswa SKO ikut berlatih dalam program tersebut.

Kepala Dispora Kota Solo Rini Kusumandari menegaskan, program magang atau titipan tersebut bukan kebijakan dispora, melainkan inisiatif dari pelatih cabor.

"Dispora tidak ada program magang atau titipan, itu inisiatif pelatih sendiri," ucap Rini dihubungi melalui WhatsApp, Minggu (9/3).

Rini mengungkapkan bahwa laporan serupa pernah diterima oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo dan telah ditindaklanjuti.

"Sudah pernah ada laporan ke disdik dan sudah kami tindak lanjuti Januari lalu, kami panggil semua pelatih dan kami beri pengarahan untuk tidak melatih pada jam rutin latihan kepada siswa di luar SKO," imbuhnya.

Lebih lanjut, dispora juga telah menerbitkan regulasi tertulis yang melarang pelatih menggelar latihan bagi siswa di luar SKO bersamaan dengan sesi latihan resmi SKO. Sehingga pihaknya akan memberikan sanksi kepada pelatih terkait.

"Iya akan kami berikan sanksi," tegasnya.

Namun, pihaknya masih mendalami jenis sanksi yang akan dijatuhkan. Dispora berkomitmen menjaga dan meningkatkan kualitas tata kelola SKO guna mencetak atlet berbakat dari Kota Solo.

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran Komisi IV DPRD mendapati sepuluh anak di luar siswa SKO yang mengikuti latihan bersama.

Ketua Komisi IV DPRD Sugeng Riyanto mengatakan, mereka tidak dikenakan biaya dan berharap dengan mengikuti latihan tersebut memiliki bekal lebih ketika mengikuti seleksi penerimaan siswa baru.

"Kenapa ada pelatih yang melatih tanpa mendapatkan honor? Ini menjadi tanda tanya besar. Seharusnya pemerintah memastikan bahwa semua pelatih mendapatkan hak mereka dengan layak," papar Sugeng.

Anggota Komisi IV DPRD Solo saat sidak kegiatan latihan sepak bola Sekolah Khusus Olahraga (SKO) di Stadion Mini Cengklik, Kamis (6/3/2025) sore.
Anggota Komisi IV DPRD Solo saat sidak kegiatan latihan sepak bola Sekolah Khusus Olahraga (SKO) di Stadion Mini Cengklik, Kamis (6/3/2025) sore.

Dia mengatakan akan memanggil pihak dispora dan disdik untuk mengklarifikasi temuan mereka.

"Kami akan meminta keterangan dari dispora dan disdik mengenai regulasi program magang ini. Apakah memang diperbolehkan ada anak luar yang ikut berlatih tanpa biaya? Jika iya, bagaimana aturannya? Terlebih, ada anak-anak dari luar daerah seperti NTT, Colomadu, Selokaton, Boyolali, Sragen, dan Klaten yang juga ikut menikmati fasilitas ini," tandasnya. (zia/nik)

Editor : Niko auglandy
#dprd #kota solo #sidak #SKO #dispora