RADARSOLO.COM-Penguatan ekosistem inovasi di sekolah terus dilakukan SMPN 2 Klaten.
Salah satunya dengan meluncurkan Klinik Inovademia yang merupakan wadah untuk mendokumentasikan berbagai inovasi dari siswa hingga tenaga kependidikan.
Peluncuran dilakukan langsung oleh Kepala SMPN 2 Klaten Tonang Juniarta di sekolah setempat.
Didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) Riset dan Inovasi Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Klaten Sri Nuryani.
“Inovademia ini merupakan gabungan dari Innovation dan Academia yang mencerminkan komunitas pembelajar yang berorientasi pada inovasi. Klinik Inovademia hadir sebagai solusi untuk menciptakan inovasi di sekolah,” ujar Kepala SMPN 2 Klaten Tonang Juniarta, Jumat (21/3/2025).
Lebih lanjut, Tonang menjelaskan, kehadiran Klinik Inovademia menyediakan wadah eksperimen dan inkubasi ide.
Termasuk memberikan pelatihan serta bimbingan bagi siswa dan guru dalam mengembangkan inovasi pendidikan.
Disamping memperkuat ekosistem inovasi di sekolah, kehadiran Klinik Inovademia untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan problem solving siswa dan guru.
Termasuk mewujudkan budaya inovasi melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis solusi.
“Klinik Inovademia ini merupakan sebuah wadah untuk mengembangkan ide dan gagasan agar menjadi inovasi," terang Tonang.
Mengingat yang kami temukan selama ini warga sekolah melakukan inovasi tetapi tidak menyadari. Maka itu, akan kita bantu untuk mendokumentasikan,” lanjutnya.
Ke depan, untuk meningkatkan aksesbilitas dan efektivitas program, Inovademia akan dikembangkan dalam bentuk aplikasi Android.
Baca Juga: Krisis Pendidikan! 82% Siswa Indonesia Tak Kuasai Matematika, 75% Tak Paham Bacaan
Hal itu memungkinkan seluruh warga sekolah dapat mengakses sumber daya inovasi, berbagi ide dan berkolaborasi secara digital.
Sementara itu, Kabid Riset dan Inovasi Bapperida Klaten Sri Nuryani mengapresiasi terhadap Klinik Inovademia yang diluncurkan oleh SMPN 2 Klaten.
Mengingat membantu Bapperida untuk menumbuhkan inovasi di Klaten.
“Untuk mempertahankan sebagai predikat SMP terbaik di Klaten, tentunya perlu inovasi. Tanpa inovasi sulit untuk mempertahankan itu. Jadi saya yakin dengan predikat ini didapat karena inovasi-inovasi pendidikan,” ujar Sri Nuryani.
Lebih lanjut, Sri Nuryani mengungkapkan, perlunya inovasi yang tercipta di sekolah untuk didokumentasikan. Harapannya inovasi yang tercipta itu bisa direplikasi di sekolah lainnya. (ren/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono