RADARSOLO.COM-Gemuruh takbir dan lantunan ayat suci Al-Quran menggema khidmat dari Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa), Sabtu (22/3/2025) malam.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, sebanyak 140 santri berbalut toga berjalan satu per satu dengan mata berbinar, siap menerima mahkota wisuda tahfidz.
Acara tersebut bukan sekadar seremoni kelulusan. Ini adalah puncak perjuangan panjang para santri yang telah menapaki jalan penghafal Al-Quran dengan penuh ketekunan dan kesabaran.
Setiap ayat yang dilafalkan adalah bukti cinta mereka terhadap kalamullah.
Sorot haru terlihat jelas dari ratusan pasang mata para wali santri. Mereka menyaksikan buah hati mempersembahkan kebanggaan tertinggi—mahkota surga—melalui hafalan ayat suci.
Empat santri terbaik mendapatkan penghargaan khusus dari Bupati Sragen Sigit Pamungkas.
Mereka adalah Muhammad Athif Aminuddin, Hanif Farzan Nurisno, Fadhiliam Sulistianto, dan Fathullah Furqon Arrasyid.
Keempatnya menerima penghargaan berupa 100 US Dollar sebagai bentuk apresiasi atas capaian hafalan 30 juz Al-Qur’an.
“Ramadan adalah bulannya Al-Qurwan. Alhamdulillah, anak-anak mampu mempersembahkan mahkota bagi kedua orang tuanya melalui hafalan Al-Quran,” tutur KH. Ali Rosyidi, Direktur Ponpes Dimsa, dengan suara bergetar.
Ia menegaskan, wisuda tahfidz ini bukanlah akhir perjalanan. Tetapi awal dari pengamalan Al-Quran dalam kehidupan nyata.
Hafalan itu, lanjutnya, akan menjadi cahaya penuntun dalam setiap langkah kehidupan para santri.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas yang hadir dalam momen istimewa itu menyampaikan rasa bangga dan harunya.
Ia mengisahkan bahwa kedua putranya juga merupakan penghafal Al-Quran yang kini menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Ini adalah capaian membanggakan dari Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen dalam menguatkan dakwah Islam di Sragen. Semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda lainnya,” ujarnya. (din/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono