Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gantikan Sofyan Anief Pimpin UMS, Harun Joko Prayitno Beber Visi Misinya sebagai Rektor

Tri wahyu Cahyono • Senin, 21 April 2025 | 18:59 WIB
Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (kanan)terpilih sebagai rektor UMS periode 2025–2029.
Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (kanan)terpilih sebagai rektor UMS periode 2025–2029.

RADARSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memiliki rektor baru.

Adalah Prof. Dr. Harun Joko Prayitno yang terpilih sebagai rektor UMS periode 2025–2029.

Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 168/KEP/I.0/D/2025, yang mulai berlaku pada 24 April 2025 hingga 23 April 2029.

Harun menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Persyarikatan Muhammadiyah.

Serta komitmennya untuk mengembangkan UMS ke arah yang lebih baik.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Persyarikatan, para pendiri UMS, seluruh pimpinan UMS, serta sivitas akademika UMS yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi kemajuan UMS,” ujar Harun yang sebelumnya menjabat sebagai wakil rektor UMS periode 2021-2025.

Dalam visi kepemimpinannya, Harun mengusung konsep "Transformasi Progresif" sebagai dasar pengembangan UMS ke depan.

Menurut Harun, transformasi bukan hanya soal perubahan. Melainkan sebuah proses berkelanjutan yang melibatkan pengembangan, modifikasi, adaptasi, dan akselerasi capaian yang sudah ada.

“Transformasi itu bukan berarti mengubah total. Melainkan menyempurnakan apa yang sudah ada, memodifikasi yang ada, dan mengadaptasi dengan dinamika global. Di dalamnya juga ada akselerasi untuk mempercepat capaian, termasuk reputasi internasional UMS,” paparnya.

Harun menjelaskan bahwa fokus utama dalam transformasi ini adalah menjadikan UMS sebagai World Class University dan World Class University Leader Market.

Proses ini akan mencakup berbagai aspek mulai dari input, proses, output, hingga outcome, yang didukung oleh pendekatan pengembangan yang bersifat spiral dinamis.

“UMS tidak hanya akan membantu perguruan tinggi lain dalam lingkup Persyarikatan seperti UMKT atau UM Madiun, tapi juga mendorong terciptanya manfaat yang berkelanjutan. Ini semacam spiral kebaikan yang akan menguatkan reputasi UMS sebagai pusat keunggulan,” tambahnya.

Baca Juga: Tim Robotik UMS dan UNS Dorong Minat Robotik Sejak Dini di Sekolah, Ini yang dilakukan

Harun juga menekankan pentingnya dinamika kampus, yang mencakup peningkatan jenjang studi, kolaborasi internasional, serta penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa.

UMS menargetkan peningkatan program studi doktor dari delapan menjadi sebelas program studi doktoral dalam waktu dekat, menjadikan UMS sebagai penyelenggara pendidikan tinggi paripurna dari jenjang sarjana hingga doktor.

“Dalam empat tahun terakhir, UMS berhasil menambah program studi doktor dari dua menjadi delapan. Ke depan, kita targetkan minimal sebelas. Ini adalah bentuk akselerasi vertikal menuju kampus paripurna,” jelas Harun.

Harun juga menekankan pentingnya diversifikasi negara tujuan untuk mahasiswa outbound serta asal mahasiswa inbound.

Tidak hanya berfokus pada kuantitas, UMS ingin memperluas pengalaman internasional mahasiswa ke berbagai belahan dunia.

“Dulu, studi lanjut hanya ke satu atau dua negara, kini kita ingin lebih beragam—Eropa, Asia, bahkan Timur Tengah. Begitu juga inbound, mahasiswa dari berbagai benua harus hadir di UMS,” terangnya.

Harun mengajak seluruh sivitas akademika UMS dan masyarakat luas untuk bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi dalam mengembangkan dan mengakselerasi reputasi UMS baik di tingkat nasional maupun internasional.

“UMS harus menjadi universitas yang bermanfaat lebih luas untuk umat dan kemanusiaan,” pungkasnya. (rls/hms/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Rektor UMS #Misi #harun joko prayitno #Visi