Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Modal Dana Cupet, Robot Tanpa Awak Tim Bengawan UNS Solo Juara Lomba Di Amerika Dan Singapura

Fauziah Akmal • Rabu, 30 April 2025 | 04:37 WIB
Tim Bengawan UV UNS presentasikan robot tanpa awak di kampus setempat, Selasa (29/4).
Tim Bengawan UV UNS presentasikan robot tanpa awak di kampus setempat, Selasa (29/4).

RADARSOLO.COM – Tak hanya fokus pada raihan prestasi akademik dan lomba internasional, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo kini mendorong Bengawan Unmanned Vehicles (UV) Team untuk naik kelas menjadi pioner startup teknologi berbasis inovasi kendaraan tak berawak dan robotika.

Langkah ini sebagai bentuk transformasi dari sekadar tim lomba menjadi kekuatan kewirausahaan teknologi di kampus. Dorongan tersebut disampaikan dalam acara apresisasi Bengawan UV Team 2025 di halaman Kantor Pusat UNS, Selasa (29/4).

Sebagai catatan, Bengawan Team meraih juara pada International Roboboat Competition di Florida, AS dan Singapore Amazing Flying Machine Competition 2025.

Pembina Bengawan UV Team UNS Syamsul Hadi mengatakan, capaian para mahasiswa tak hanya berasal dari tekad kuat mengikuti lomba, tetapi juga dari kerja keras menghadapi keterbatasan anggaran.

“Kami memang harus selektif, karena anggaran UNS terbatas. Alhamdulillah, dengan dana terbatas kami masih bisa juara, walau belum di posisi satu,” ujar Syamsul.

Namun menurut dia, tantangan selanjutnya adalah keahlian para anggota Bengawan Team tidak hanya berhenti di arena lomba. Syamsul menegaskan pentingnya mengarahkan tim ini untuk membangun startup teknologi.

“PR berikutnya adalah adik-adik ini bisa didorong membangun usaha sendiri. Harus mulai mikir cari duit sendiri buat lomba. Potensi UV dan robotika besar sekali. Jangan sampai keahlian hanya untuk lomba. Kita akan bentuk pusat studi, agar hasil lomba dan riset bisa jadi produk yang dijual keluar,” imbuhnya.

Langkah ini diamini Rektor UNS Hartono, yang secara terbuka mengakui keterbatasan anggaran kampusnya dibanding perguruan tinggi besar lainnya. Namun, dia menilai keterbatasan ini bukan alasan untuk berhenti berinovasi.

“Jadi, sekali lagi terima kasih kalian menginspirasi dengan dana yang minimal, tapi Alhamdulillah meraih prestasi yang luar biasa,” ujar Hartono dalam sambutannya.

Hartono menekankan, transformasi Bengawan Team menuju startup harus menjadi contoh keberanian inovatif mahasiswa. Dia menyebut pentingnya penguatan riset yang tidak hanya berhenti di jurnal atau paten, tapi bisa dikembangkan secara komersial.

Output riset jangan cuma Scopus, HAKI, atau paten. Harus berpikir hilirisasi. Sekecil apapun temuan, harus cepat dipatenkan. Karena di luar sana, siapa cepat dia yang dapat. Ini tantangan kita semua,” katanya.

Sebagai contoh nyata, Hartono menyebut keberhasilan dosen di UNS yang membangun startup obat hasil riset dan kini sudah dilirik industri besar. Hal ini jadi bukti bahwa hilirisasi riset adalah jalan nyata menuju kemandirian inovasi kampus.

"Prestasi ini kami apresiasi, tetapi jangan berhenti hanya di prestasi, tetapi harus ke startup. Hilirisasi. Ini yang jadi tantangan kedua. Jadi ketika nanti kalian itu lulus, karya ini bagaimana bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Dipasarkan,” tegasnya. (zia/fer)

Editor : fery ardi susanto
#robot karya tim bengawan uns #Tim Bengawan UNS #robot tanpa awak uns