Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mahasiswa FSRD ISI Solo Dampingi Pengembangan Desa Wisata di Boyolali

Fauziah Akmal • Senin, 5 Mei 2025 | 15:01 WIB
DEDIKASI: Mahasiswa MBKM ISI Solo mendampingi pengembangan Desa Banyuanyar Kabupaten Boyolali sebagai desa wisata melalui produk ekonomi kreatif.
DEDIKASI: Mahasiswa MBKM ISI Solo mendampingi pengembangan Desa Banyuanyar Kabupaten Boyolali sebagai desa wisata melalui produk ekonomi kreatif.

RADARSOLO.COM — Mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Solo menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Mereka turut mendampingi pengembangan desa wisata melalui berbagai aktivitas seperti penguatan UMKM, promosi wisata, hingga revitalisasi fasilitas publik berbasis seni dan budaya.

“Selama sebulan kami belajar banyak dari masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi dalam hal pengemasan wisata dan penguatan UMKM melalui pendekatan kreatif. Ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi kami sebagai mahasiswa seni,” ujar Koordinator Tim MBKM ISI Solo Naufal Alif Musdiwanto.

Program tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali serta guru pendamping dari sejumlah sekolah dasar dan menengah yang berkunjung ke Kampus Kopi Banyuanyar, Selasa (29/4).

Kunjungan itu menjadi bagian dari family trip edukatif yang digagas BUMDes Banyuanyar bekerja sama dengan tim MBKM ISI Solo.

Pada kesempatan itu, perwakilan Disporapar Boyolali Anis Marhaendrowati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas desa wisata untuk menciptakan destinasi edukatif yang inspiratif.

Para peserta kunjungan disuguhi pemaparan profil Desa Wisata Banyuanyar, dilanjutkan tur ke sentra UMKM ekonomi kreatif yang menampilkan produk ecoprint, tas rajut, hingga aksesori dari tali lanyard.

Selain menyaksikan proses produksi, para tamu juga diberi kesempatan membeli produk sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha lokal.

Kegiatan dilanjutkan ke destinasi BARENDO di Dusun Jumbleng, sebuah ruang kreatif yang kini menjadi ikon baru pengembangan wisata budaya desa. Di sana, tamu disuguhi pengalaman langsung tentang bagaimana seni dan tradisi lokal diangkat menjadi daya tarik wisata.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, terutama BUMDes Banyuanyar, atas kolaborasi yang sangat baik selama program berlangsung,” kata Naufal.

Program MBKM ini tidak hanya memperkuat branding Desa Banyuanyar sebagai desa wisata edukatif, tetapi juga membuka peluang kerja sama antara BUMDes dan sekolah-sekolah di Boyolali.

Dengan dukungan mahasiswa ISI Solo, Desa Banyuanyar kini semakin siap tampil sebagai salah satu desa wisata unggulan di Jawa Tengah. (zia/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#kerajinan #Boyolali #ISI Solo #Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka #Pembinaan #pelatihan