Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Solo Siap Sambut Kurikulum AI dan Coding di Sekolah

Fauziah Akmal • Rabu, 14 Mei 2025 | 20:26 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi (tengah) membuka acara Gelar Karya dan Workshop STEAM dengan Inovasi 3D Printing di aula kantor dinas pendidikan, Rabu (14/5).
Wali Kota Solo Respati Ardi (tengah) membuka acara Gelar Karya dan Workshop STEAM dengan Inovasi 3D Printing di aula kantor dinas pendidikan, Rabu (14/5).

RADARSOLO.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo menunjukkan keseriusannya dalam menyongsong kurikulum baru berbasis artificial intelligence (AI) dan coding. Hal itu ditandai dengan digelarnya Gelar Karya dan Workshop STEAM dengan Inovasi 3D Printing di aula Disdik, Rabu (14/5).

Kepala Disdik Solo Dian Rineta mengatakan, Kota Solo bahkan sudah lebih dulu melangkah sebelum adanya arahan nasional terkait kurikulum AI dan coding.

“Sebenarnya AI memang harapan dari Pak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tetapi kami di Surakarta sudah mengaplikasikan dan ini lebih digenjot lagi. Karena sesuai harapan beliau juga Solo sudah jalan. Jadi beberapa sekolah itu sudah implementasi AI dan STEAM,” jelasnya.

Dia menambahkan, gelar karya ini sekaligus untuk mengapresiasi sekolah-sekolah yang mulai menerapkan pola pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics).

Dalam kegiatan itu, sebanyak 28 stand ditampilkan. Sebagian besar berasal dari SMP dan satu dari SD. Beragam karya ditunjukkan, mulai dari game edukasi hingga robotik yang terintegrasi AI.

“Ada anak-anak kita yang bisa membuat sebuah game, di mana game itu adalah bagian dari edukasi untuk menangani perundungan atau kekerasan seksual,” katanya.

Disdik juga mulai mendorong guru untuk membuat media pembelajaran tiga dimensi agar lebih menarik minat siswa. Di mana disdik telah memberikan 3D Printing kepada beberapa sekolah negeri.

“Secara berkala nanti kita adakan semua sekolah sekurang-kurangnya satu dan itu sekolah-sekolah tersebut kita minta memang untuk semua mata pelajarannya kalau kalau sudah tersedia itu semuanya bisa dikolaborasikan dengan STEAM,” terangnya.

Wali Kota Solo Respati Ardi yang membuka acara tersebut turut mengapresiasi inovasi yang dipamerkan para siswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, para siswa cepat beradaptasi dengan teknologi.

"Tapi yang paling penting adalah guru dan kepala sekolahnya benar-benar bisa inovasi supaya anak-anak itu belajarnya senang dan ilmunya diterima. Bukan hanya inovasi satu dua tapi inovasi dalam berkreasi dalam mengajar anak sehingga anak itu senang masuk ke sekolah," kata dia usai meninjau pameran.

Dalam sambutannya, dia menekankan pentingnya literasi teknologi yang berimbang. Dia menyoroti kebiasaan anak-anak yang akrab dengan berbagai game daring.

Baca Juga: SPMB SMA-SMK Provinsi Jateng Segera Dibuka: Cek Alur dan Syarat Pendaftarannya di Sini

“Saya tadi kan cek ke anak-anak SD, (gim) Mobile Legends, Roblox, Minecraft, Free Fire dan lain-lain. Ini semua hafal anak-anak. Berarti ini kan maksud saya ini (teknologi) kan pedang bermata dua ya. Dia bisa inovasi tapi dia juga bisa melemahkan mental karakter dan lain-lain,” ujar Respati.

Dia berharap pendidikan AI mampu menjadi sarana pembelajaran yang lebih menarik dibanding gim. “Kita dengan adanya pembelajaran AI dan teknologi belajar lebih mengasikkan daripada nge-game. Walaupun ada e-sport dan lain-lain, tapi pendidikan dasar karakter ini menjadi hal yang terpenting,” tegasnya. (zia/fer)

Editor : fery ardi susanto
#dinas pendidikan kota solo #Kurikulum ai dan coding di solo #disdik kota solo #KURIKULUM AI