RADARSOLO.COM – Pemkot Solo bakal mengubah sistem pembelajaran di tingkat SMP negeri secara signifikan. Mulai tahun ajaran baru 2025/2026, sistem moving class akan diterapkan di dua sekolah percontohan yaitu SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25.
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan langkah ini sebagai strategi memperbaiki kualitas pendidikan secara merata sekaligus menghapus stigma "sekolah favorit" yang masih melekat di benak masyarakat.
“Saya ingin semua sekolah jadi favorit. Sistem ini akan membuat siswa lebih aktif dan pembelajaran lebih menyenangkan,” tegasnya usai membuka acara di Dinas Pendidikan Kota Solo, Rabu (14/5).
Sistem moving class akan membalik kebiasaan lama. Siswa akan berpindah dari satu ruang ke ruang lain sesuai mata pelajaran, sedangkan guru tetap di kelas sesuai spesialisasinya. Menurut Respati, pola ini diyakini bisa meningkatkan semangat belajar, mencegah kejenuhan, dan membuat siswa lebih berinteraksi dengan teman dari kelas lain.
“Kalau berhasil, langsung kita terapkan ke seluruh SMP negeri di Solo. Ini bagian dari percepatan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di sektor pendidikan,” lanjutnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dian Rineta memastikan pihaknya siap menjalankan arahan tersebut. Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan rujukan kota-kota yang sukses menerapkan sistem serupa sebagai bahan studi banding.
“Moving class ini juga berdampak pada penurunan potensi bullying karena anak-anak berpindah ruang tiap mata pelajaran. Mereka bisa makin akrab dan tidak hanya bergaul dalam satu kelompok,” jelas Dian.
Selain mengubah pola interaksi sosial siswa, sistem ini juga mendorong optimalisasi ruang belajar dengan tema-tema spesifik sesuai mata pelajaran—sebuah pendekatan yang telah lama diterapkan di sekolah-sekolah unggulan nasional.
“Kami akan pelajari semua aspek teknisnya, dari penjadwalan, pemetaan ruang, sampai manajemen waktu. Targetnya, uji coba bisa berjalan optimal,” ujarnya. (zia/bun)
Editor : Kabun Triyatno