RADARSOLO.COM - Boyolali terpilih menjadi tuan rumah Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025 tingkat Cabang Dinas (Cabdin) Wilayah V Jawa Tengah pada Selasa (27/5).
Perlombaan digelar dengan sistem daring, sedangkan penjurian berada di tiga sekolah yang ada di Kabupaten Boyolali, yakni SMK Negeri 1 Boyolali, SMA Negeri 1 Boyolali, serta SMA Negeri 3 Boyolali.
FLS3N mempertandingan 15 cabang lomba, diantaranya baca puisi, cipta lagu, cipta puisi, desain poster, fotografi, instrumen solo gitar, menyanyi solo (putri dan putra), jurnalistik, kriya, komik digital, menulis cerita pendek, monolog, tari kreasi, film pendek, serta kreativitas musik tradisional.
Perlombaan FLS3N diikuti sekira 550 siswa jenjang SMA, SMK, serta MA negeri maupun swasta dari tiga kabupaten di bawah Cabdin Wilayah V, seperti Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, dan Kota Salatiga.
Sihhono, perwakilan kantor cabdin wilayah V mengungkapkan, nantinya akan dipilih juara 1, 2, 3 tingkat kabupaten serta juara tingkat cabdin.
“Jadi dari 15 lomba tadi ada juara khusus tiap kabupaten, dan juara regional cabdin wilayah V,” jelasnya.
Bagi peserta yang berhasil meraih juara di ajang FLS3N Cabdin Wilayah V, nantinya akan mewakili cabdin wilayah V untuk mengikuti ajang FLS3N tingkat Boyolali.
“Harapannya nanti muncul siswa-siswa yang akan mewakili cabdin V untuk berkompetisi di FLS3N tingkat provinsi,” tambahnya.
Sementara itu Panitia Pelaksana (Panpel) FLS3N Siti Maesaroh mengungkapkan, alasan perlombaan diadakan secara daring. Ini karena berbarengan dengan SPMB serta PAT (Penilaian Akhir Tahun) di sekolah.
“Karena berbarengan dengan tiga agenda besar, jadi FLS3N dipilih pelaksanaan secara daring. Baru tahun ini dilaksanakan secara daring, tahun sebelumnya dilaksanakan luring,” bebernya.
FLS3N akan berlangsung selama sehari pada Selasa (27/5). Para juri lomba menilai hasil karya peserta melalui layar komputer.
Pengumuman juara hasil penilaian juri akan langsung diumumkan pada hari yang sama. Namun, pemberian penghargaan bagi para juara berlangsung di lain waktu. (fid/nik)
Editor : Niko auglandy