Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Terima Anugerah Budaya dari UNS, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Soroti Minimnya Tata Kelola

fery ardi susanto • Kamis, 5 Juni 2025 | 01:52 WIB

 

Menteri Kebudayaan Fadli Zon terima Anugerah Praba Nawasena Bhudaya dari PUI Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa malam (3/6).
Menteri Kebudayaan Fadli Zon terima Anugerah Praba Nawasena Bhudaya dari PUI Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa malam (3/6).

RADARSOLO.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya kerja sistematis dan institusionalisasi dalam pelestarian warisan budaya tak benda. Ia juga mendorong institusi pendidikan, budaya, dan pemerintah untuk memperkuat tata kelola budaya melalui perlindungan kekayaan intelektual dan pengelolaan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Fadli Zon saat menerima Anugerah Praba Nawasena Bhudaya dari Pusat Unggulan Ipteks (PUI) Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di Pendapa PUI Javanologi, Selasa malam (3/6).

Dalam ajang Javanese Cultural Award dan UNS Jawametrik itu, Fadli dianugerahi sebagai Cultural Statesman of Indonesia.

“Ada beberapa warisan budaya tak benda yang masih belum terinstitusionalisasi. Padahal ini sangat penting dalam rangka menjaga sustainability,” paparnya.

Meskipun sudah ada 16 warisan budaya tak benda Indonesia yang diakui UNESCO, menurut Fadli, kekayaan budaya nasional seperti naskah kuno, sastra, dan seni pertunjukan kerap terabaikan karena belum dikelola secara sistematis. Ia menilai perlindungan kekayaan intelektual atas karya budaya dan ekspresi tradisional perlu segera diperkuat.

“Harus dimulai dengan literasi dan edukasi. Hadirnya Javanologi dan institusi-institusi di perguruan tinggi menurut saya sangat penting untuk menciptakan kesinambungan, teoritisasi, dan pengkaderan pejuang-pejuang budaya di masa depan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, PUI Javanologi UNS juga menganugerahkan gelar Javanese Ambassador to the World kepada Prof. Sumarsam, akademisi gamelan dari Wesleyan University, Amerika Serikat. Sementara melalui UNS Jawametrik, UNS merilis peringkat 10 besar perguruan tinggi nasional dan internasional dalam pengembangan kebudayaan Jawa.

Plh Rektor UNS Fitria Rahmawati mengatakan, dua program unggulan ini bertujuan membangun ekosistem budaya Jawa yang kuat dan relevan di tengah arus globalisasi.

“Memperkuat posisi PUI Javanologi sebagai pusat keilmuan kebudayaan yang mendorong terbentuknya kolaborasi antarinstitusi baik pendidikan, pemerintah, komunitas, maupun mitra internasional dalam rangka memajukan budaya Jawa sebagai identitas bangsa yang adaptif dan inspiratif di tingkat global,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengapresiasi langkah konkret dalam mendorong pelaku budaya berkarya dan memperkuat identitas kebudayaan.

“Kita harus mampu mengubah tradisi menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan, sekaligus menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi masyarakat,” ucapnya. (zia/fer)

Editor : fery ardi susanto
#PUI Javanologi UNS #menteri kebudayaan fadli zon #UNS beri penghargaan kepada menteri kebudayaan fadli zon