Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Grup Riset Dinamika Tata Kelola Kependudukan UNS Laksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMP N 16 Surakarta

Nur Pramudito • Sabtu, 21 Juni 2025 | 19:30 WIB
Grup Riset Dinamika Tata Kelola Kependudukan UNS Laksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMP N 16 Surakarta
Grup Riset Dinamika Tata Kelola Kependudukan UNS Laksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMP N 16 Surakarta

RADARSOLO.COM - Grup Riset Dinamika Tata Kelola Kependudukan UNS yang terdiri atas 10 dosen Prodi Sarjana Terapan Demografi dan Pencatatan Sipil Univerisitas Sebelas Maret mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Tema "Edukasi Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja sebagai Modal Dasar Meraih Bonus Demografi".

Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Juni 2025 di SMP Negeri 16 Kota Surakarta dan diikuti oleh 100 siswa dari kelas VII dan VIII.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perguruan tinggi untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat dengan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar institusi pendidikan untuk menyiapkan generasi emas Indonesia di masa depan.

Grup Riset Dinamika Tata Kelola Kependudukan yang diketuai oleh Mitha Safira Nurmaulid dan beranggotakan Nanda Oktarina Aditya, Lucky Anggi Kurniawati, Restutita Darusasi, Muhammad Riefky, Annisatul Nikmah, Choirun Nisa, Umniyah Rihadatul Aisy, Puspa Renggani, dan Fajar Dwi Cahyoko ini berkolaborasi dengan Duta Genre Kota Surakarta untuk menjadi narasumber.

Acara dibuka dengan sambutan dari Sri Rahayu Haryani selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Mitha Safira Nurmaulid selaku ketua grup riset.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya kesehatan reproduksi sebagai modal dasar untuk meraih bonus demografi dan mencegah pernikahan usia dini.

Hal ini berakar dari pemahaman bahwa remaja adalah generasi produktif negara di masa depan.

Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan seseorang, baik dari segi fisik, kognitif, sosial maupun emosional.

Kelompok remaja membutuhkan perhatian karena sangat rentan terhadap berbagai masalah sosial.

Di tengah arus informasi digital yang serba cepat, edukasi yang terarah menjadi kebutuhan agar remaja mampu menjaga diri dan membuat keputusan yang bertanggung jawab.

"Dengan edukasi yang tepat, remaja bisa lebih aware untuk menjaga diri dan merencanakan masa depan dengan baik sehingga benar-benar siap menyongsong era bonus demografi," ujar Mitha, ketua Grup Riset.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini terbagi menjadi 2 (dua) agenda.

Agenda pertama diisi oleh narasumber dari Genre, Sonia Wibisono dan Muhammad Arrafi, yang menyampaikan materi terkait Kesehatan Reproduksi.

Agenda kedua dipandu oleh seluruh anggota Grup Riset Tata Kelola Kependudukan dengan materi Pernikahan Dini.

Pada sesi ini peserta dibagi dalam 10 (sepuluh) kelompok dan melakukan diskusi singkat tentang pemahaman peserta terkait pernikahan dini dan dampaknya.

Acara berlangsung interaktif, para peserta diajak untuk berdiskusi pada sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman mereka.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembuatan poster bertema Pernikahan Dini yang kemudian dipilih 3 (tiga) poster terbaik diantaranya.

Tim pengabdian juga membagikan poster terkait dengan Kesehatan reproduksi dan pamflet terkait Pernikahan Dini yang khusus dipersiapkan untuk memperdalam pemahaman peserta.

Kesehatan reproduksi bukan hanya soal seksualitas, tapi juga menyangkut pemahaman tentang tubuh, emosi, dan hak-hak remaja dalam menjaga diri mereka.

"Menjaga kesehatan reproduksi bisa dilakukan dengan cara menghindari rokok, miras, narkoba, sex bebas, menjaga kesehatan mental, tidak jajan sembarangan, dan rajin olahraga," ujar Sonia, Duta Genre 2024 Juara Persahabatan yang menjadi pemateri.

Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari pihak sekolah.

Nauval, salah seorang peserta kegiatan memberikan testimoni bahwa "kegiatannya sangat menarik, seru, bagus, dan materinya bermanfaat."

”Berharap kerjasama kegiatan pengabdian masyarakat ini bisa berkelanjutan dan ilmu yang diberikan bisa diterapkan oleh anak-anak dan disebarkan ke masyarakat," ujar Ratna Dyah K., staff kesiswaan SMP N 16 Surakarta.

Dengan pendekatan yang komunikatif diharapkan edukasi seperti ini lebih efektif dan dapat meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya kesehatan reproduksi dalam rangka mencegah pernikahan usia dini dan menyiapkan generasi bangsa untuk menyonsong puncak bonus demografi pada tahun 2030.

Tim pengabdian berencana memperluas kegiatan ini ke lebih banyak sekolah dan menjalin kerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk memperluas dampaknya.(np)

Editor : Nur Pramudito
#riset #SMP N 16 Surakarta #uns #kependudukan #Dinamika #tata kelola