RADARSOLO.COM-Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto menegaskan pentingnya penguatan moderasi beragama sebagai pilar utama menjaga keutuhan bangsa dalam keberagaman.
Itu disampaikan Sumanto dalam kegiatan bertema “Penguatan Moderasi Beragama dalam Kebhinnekaan” yang berlangsung di SMKN 1 Karanganyar, Kamis (5/6/2025).
Dalam sambutannya, Sumanto menuturkan, generasi muda harus memahami dan menerapkan nilai-nilai toleransi.
Serta menjauh dari sikap ekstrem dan intoleran yang dapat merusak harmoni sosial.
“Moderasi beragama adalah fondasi hidup berbangsa di tengah keragaman. Sikap ini mengajarkan kita untuk tidak ekstrim ke kanan maupun ke kiri," ungkap Sumanto di hadapan ratusan siswa dan guru.
"Kita berdiri di tengah—saling menghormati, bekerja sama, dan hidup rukun dalam perbedaan,” imbuh dia.
Sumanto menjelaskan, moderasi beragama bukan hanya tugas tokoh agama atau pemerintah.
Tetapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak. Termasuk generasi muda di lingkungan sekolah.
“Anak-anak muda harus paham bahwa Indonesia ini berdiri bukan karena kesamaan, tapi karena perbedaan yang dijaga dengan rasa hormat dan semangat persatuan. Tugas kita semua menjaga warisan ini,” lanjutnya.
Membangun Karakter Moderat di Sekolah
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias itu menjadi bagian dari strategi membumikan nilai-nilai kebangsaan di dunia pendidikan.
Sumanto menilai, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa yang terbuka, inklusif, dan toleran terhadap keberagaman agama, budaya, dan suku.
Baca Juga: Terdampak Efisiensi Anggaran, Ketua DPRD Jateng Sumanto: Media Massa Perlu Beradaptasi dan Inovatif
“Kalau sekolah bisa menjadi tempat tumbuhnya karakter moderat, maka kita sedang menyiapkan pemimpin masa depan yang tidak mudah terpecah belah oleh isu SARA,” katanya.
Sumanto juga menyampaikan apresiasinya kepada SMKN 1 Karanganyar yang telah memberi ruang diskusi dan edukasi tentang pentingnya moderasi beragama.
“Saya harap kegiatan seperti ini bisa digelar rutin. Jangan berhenti di sini. Bangun dialog lintas agama, ajak siswa mengenal tradisi yang berbeda, agar mereka bisa tumbuh sebagai pribadi yang bijak dan toleran,” tambahnya.
Menjawab Tantangan Era Digital
Politisi PDI Perjuangan tersebut mengingatkan siswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial.
Ia menyebut, era digital saat ini menjadi tantangan besar bagi generasi muda karena maraknya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.
“Kalau tidak dibentengi dengan pemahaman moderasi, anak-anak muda mudah sekali terprovokasi. Media sosial jangan dijadikan tempat menyebar kebencian, tapi ruang untuk menyuarakan perdamaian dan persatuan,” tegasnya.
Dengan mengedepankan nilai-nilai toleransi dan kerja sama lintas perbedaan, Sumanto berharap Jawa Tengah dapat menjadi contoh daerah yang kokoh dalam menjaga kerukunan. (rud)
Editor : Tri wahyu Cahyono