RADARSOLO.COM-Dalam rangka mendukung penguatan pendidikan jasmani dan pelestarian budaya lokal, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar praktik mengajar.
Bertajuk “ Pengembangan Olahraga Tradisional Sebagai Bentuk Penguatan Fisik” di SD Negeri Sondakan 11 yang berlangsung mulai dari 24 Februari – 13 Juni 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui pembelajaran aktif dan partisipatif yang menyisipkan permainan traidisional dalam proses belajar PJOK.
Baca Juga: UNS Tingkatkan Kapasitas Produksi dan Keuangan UKM Batik Sragen
Program ini hadir sebagai bagian dari Praktik Pengalaman Lapangan (PPL 2) dan Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan jasmani berbasis kearifan lokal.
Melalui pendekatan yang menyenangkan dan edukatif, permainan tradisional dijadikan alat utama untuk meningkatkan kebugaran jasmani, keterampilan sosial, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia.
“Anak-anak sekarang butuh lebih dari sekedar teori. Mereka perlu bergerak, bersenang-senang, dan belajar melalui pengalaman. Olahraga tradisional adalah media yang tepat dan luar biasa," ujar Rahmad Eko Saputra, ketua kelompok 2 tim MBKM UNS Program Studi Pendidikan, Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi.
Program ini mengedepankan peningkatan fisik melalui olahraga tradisional.
Pembelajaran tidak hanya melalui teori dan praktik saja tetapi diselenggarakannya sebuah lomba antar kelas yang dilaksanakan setelah PSAT (Penilaian Sumatif Akhir Tahun).
Program ini terbagi menjadi 4 tahapan utama, yaitu memperkenalkan permainan tradisional pada awal pembelajaran, latihan fisik dan teknik dasar melalui permainan tradisional.
Seperti kelincahan lewat egrang batok, kerja sama dan strategi melalui bakiak, kecepatan melalui papan balok.
Selain itu ada juga tantangan harian melalui quiz dan mini-games seru serta diadakannya festival mini melalui perlombaan antar kelas dengan hadiah menarik yang dilakukan setelat peserta didik melaksanakan PSAT.
Dengan diadakakannya lomba diharapkan peserta didik dapat terlibat dalam lomba di tingkat yang lebih tinggi.
Program ini mendapatkan respon dan dampak yang positif. Hal itu dibuktikan dengan berhasil menciptakan lingkungan belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.
Guru-guru mencatat peningkatan fokus peserta didik, semangat belajar PJOK, serta hubungan sosial yang lebih erat antar teman.
“Program ini mampu membuat anak-anak menjadi lebih aktif dan senang mengikuti pembelajaran olahraga! Ini luar biasa,” kata Catur Sahnindya, guru PJOK SD Negeri Sondakan 11.
Sementara itu, Siti Samsiyah, kepala SD Negeri Sondakan 11 mengatakan, program ini sangat baik yang membuat anak-anak sekarang menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti pembelajaran PJOK.
Menurut Siti Samsiyah, program ini memberikan pengalaman belajar peserta didik melalui permainan tradisional dan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik terhadap budaya lokal.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa olahraga tradisional bukan hanya warisan budaya.
Tetapi juga alat strategis untuk pendidikan karakter dan kesehatan fisik peserta didik.
Diharapkan program serupa bisa menjadi program unggulan tahunan sekolah dan direkomendasikan untuk selalu diterapkan di sekolah-sekolah lainnya. (*)
Penulis:
Fauzan Eka Pratisna
Hamida Anggraini
Ilham Fadhil Imam
Rahmad Eko Sputra
Editor : Tri wahyu Cahyono