Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pengabdian PKM-UNS: Peningkatan Kesadaran dan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Edukasi dan Skrining HPV bagi Nakes dan Masyarakat

Tri wahyu Cahyono • Senin, 14 Juli 2025 | 18:56 WIB
Tim pengabdian UNS menggelar kegiatan bertajuk “Peningkatan Kesadaran dan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Edukasi dan Skrining HPV bagi Tenaga Kesehatan dan Masyarakat”.
Tim pengabdian UNS menggelar kegiatan bertajuk “Peningkatan Kesadaran dan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Edukasi dan Skrining HPV bagi Tenaga Kesehatan dan Masyarakat”.

RADARSOLO.COM- Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi perempuan, tim pengabdian dari Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan bertajuk “Peningkatan Kesadaran dan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Edukasi dan Skrining HPV bagi Tenaga Kesehatan dan Masyarakat”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM-UNS) dan dilaksanakan pada Minggu (6/7/2025) di Rumah Sakit Onkologi Solo (RSOS).

Tim Pengabdian ini terdiri dari Dr. dr. Uki Retno Budihastuti, Sp.O.G. Subsp.F.E.R., Dr. dr. Heru Priyanto, Sp.O.G. Subsp. Onk., dr. Eriana Melinawati, Sp.O.G. Subsp. F.E.R.,  dr. Affi Angelia Ratnasari, Sp.O.G. Subsp. Onk, M.Kes. dan dr. Tri Nugraha Susilawati, M.Med., Ph.D.

Acara pengabdian terselenggara berkat sinergi antara UNS, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Surakarta, dan pihak Rumah Sakit Onkologi Solo (RSOS), yang bersama-sama memiliki komitmen terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan Indonesia melalui pendekatan edukatif dan preventif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Kanker Serviks: Ancaman Diam yang Bisa Dicegah

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan bagi perempuan di Indonesia.

Penyakit ini kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, dan sebagian besar kasus baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Padahal, kanker serviks sangat bisa dicegah melalui vaksinasi HPV dan deteksi dini secara berkala.

Sayangnya, kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan rutin seperti IVA test atau pap smear masih rendah.

Terlebih, akses ke layanan kesehatan reproduksi sering kali belum merata, terutama bagi perempuan di wilayah tertentu atau dari kelompok ekonomi rentan.

Melihat kondisi tersebut, PKM-UNS berinisiatif untuk memberikan edukasi yang mudah diakses dan disertai dengan layanan skrining gratis.

Baca Juga: Tradisi Bergerak – Fisik Menguat : Mahasiswa UNS Gelar Program Penguatan Fisik Melalui Olahraga Tradisional

Edukasi Kesehatan dan Akses Skrining Tanpa Biaya

Kegiatan ini dirancang dalam dua sesi utama. Sesi pertama adalah seminar edukatif yang disampaikan oleh dr. Affi Angelia Ratnasari, Sp.O.G. Subsp. Onk, M.Kes. seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan onkologi.

Materi disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang.

Pembahasan mencakup bahaya kanker serviks, pentingnya vaksinasi HPV, serta bagaimana gaya hidup sehat dapat mencegah penyakit ini.

Sesi kedua adalah pemeriksaan IVA Test (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dan CBE (Clinical Breast Examination) yang dilakukan oleh tim medis dari Rumah Sakit Onkologi Solo (RSOS).

Pemeriksaan ini diberikan secara gratis dan terbuka untuk masyarakat umum, khususnya perempuan usia produktif.

Antusiasme peserta sangat tinggi. Puluhan perempuan mengikuti pemeriksaan dan banyak di antara mereka menyatakan ini adalah kali pertama mereka melakukan deteksi dini kanker.

Beberapa bahkan menyampaikan bahwa mereka selama ini merasa takut atau malu, namun kegiatan ini memberikan ruang yang aman dan nyaman untuk menjalani pemeriksaan.

Kegiatan ini secara langsung mendukung SDG 5, yaitu memastikan akses universal terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi, termasuk untuk perempuan di tingkat komunitas.

Kanker serviks kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, dan sebagian besar kasus baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.
Kanker serviks kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, dan sebagian besar kasus baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Dengan memberikan edukasi dan akses skrining secara gratis, program ini memberdayakan perempuan untuk menjaga kesehatannya secara mandiri.

Selain itu, inisiatif ini juga merupakan implementasi dari SDG 17 dengan menggandeng berbagai mitra untuk berkolaborasi mewujudkan menuju masyarakat yang lebih sehat.

UNS sebagai institusi pendidikan tinggi tidak hanya menyediakan tenaga ahli, tetapi juga menjembatani transfer pengetahuan kepada masyarakat.

Baca Juga: Mahasiswa UNS Gagas Inovasi Pembelajaran dan Sekolah Hijau di SMPN 7 Surakarta melalui Program Hibah MBKM 2025

YKI berperan dalam pendampingan serta edukasi berbasis komunitas, sementara RSOS sebagai penyedia layanan kesehatan menjadi ujung tombak pelaksanaan skrining medis.

"Kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan pengabdian ini sebagai bagian dari upaya nyata meningkatkan kesadaran dan deteksi dini kanker serviks di masyarakat," ujar Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Surakarta Dr. dr. Rita Budianti, Sp. Rad. Subsp. Onk.

"Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mendorong pencegahan dan penanganan kanker secara lebih efektif, terutama bagi perempuan Indonesia di berbagai lapisan masyarakat," lanjut dia.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas komunitas dalam mengenali, mencegah, dan merespons persoalan kesehatan secara mandiri.

Tak hanya kanker serviks, namun juga penyakit-penyakit lain yang membutuhkan pendekatan preventif berbasis masyarakat.

Dengan menggabungkan edukasi, pelayanan, dan kemitraan, kegiatan PKM-UNS di RSOS membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan dampak langsung yang signifikan.

Tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga memberdayakan perempuan, membangun kesadaran kolektif, dan memperkuat kolaborasi antarlembaga.

Melalui langkah-langkah kecil seperti ini, cita-cita membangun masyarakat yang sehat, setara, dan berkelanjutan bukan lagi sekadar wacana tetapi menjadi kenyataan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)

Penulis : Tim Pengabdian PKM-UNS, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Editor : Tri wahyu Cahyono
#hpv #skrining #RS Onkologi Solo #pengabdian masyarakat #pkm uns #Edukasi 2024 #kanker serviks