Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

9 Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi di Jawa Tengah, 850 Siswa dari Keluarga Miskin Terfasilitasi

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 15 Juli 2025 | 00:39 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025 Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo, Senin, 14 Juli 2025.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025 Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo, Senin, 14 Juli 2025.

RADARSOLO.COM-Sebanyak sembilan Sekolah Rakyat mulai beroperasi di Jawa Tengah, Senin (14/7/2025).

Sekolah-sekolah ini tersebar di sejumlah kabupaten/kota dan terdiri dari enam jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Peluncuran perdana berlangsung di Gedung Sentra Terpadu Soeharso Solo.

Ditandai dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

"Hari ini tepat di gedung Sentra Terpadu Soeharso, sembilan sekolah rakyat kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah diresmikan. Ini bukti hadirnya negara untuk menyejahterakan masyarakat," kata Gubernur Luthfi.

Sebanyak 850 siswa angkatan pertama berasal dari keluarga kategori miskin dan miskin ekstrem yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Sekolah rakyat hadir sebagai upaya konkret pengentasan kemiskinan ekstrem dari sektor pendidikan.

Sekolah rakyat mengadopsi sistem boarding school atau sekolah berasrama. Seluruh siswa akan tinggal di asrama hingga lulus, namun orang tua tetap bisa menjenguk anaknya setiap akhir pekan.

Khusus Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta menampung sekitar 200 siswa baru, didukung oleh 20 guru dan tenaga pendidik, serta 12 wali asrama.

Usai menyapa siswa dan wali murid, Gubernur Luthfi meninjau langsung sejumlah fasilitas mulai dari tempat cek kesehatan, ruang makan, asrama, ruang pembelajaran, hingga ruang guru.

Ia mengapresiasi kesiapan dan penataan fasilitas yang sudah berjalan baik.

Baca Juga: Jateng Siap Hadapi Tarif 32 Persen AS, Gubernur Luthfi Siapkan Tiga Jurus Andalan

Lebih lanjut, Luthfi menyampaikan bahwa kebijakan ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

"Provinsi Jawa Tengah juga menaruh perhatian kepada pendidikan anak-anak dari keluarga miskin. Pada tahun ajaran 2025 ini, Pemprov Jateng membuat program sekolah kemitraan, dengan mengalokasikan pendidikan gratis untuk 5.004 siswa di SMA/SMK swasta mitra pemerintah," bebernya.

Sementara itu, Walikota Solo Respati Achmad Ardianto menyatakan dukungan penuh terhadap Sekolah Rakyat.

Pemkot Solo akan menyiapkan fasilitas tambahan untuk menunjang kenyamanan dan semangat belajar siswa.

"Setiap tiga bulan sekali Pemkot Surakarta akan memberikan fasilitas untuk menghilangkan kebosanan para siswa. Fasilitas itu berupa tiket konser dan nonton gratis bagi siswa dan orangtua siswa," kata Respati.

Selain itu, siswa juga mendapat akses gratis ke fasilitas olahraga di Kota Solo.

"Kita sengkuyung bareng agar program sekolah rakyat ini sukses. Ini angkatan pertama harus sukses. Kemudian nanti trust masyarakat tahu kalau di sekolah rakyat itu diperhatikan betul," tegasnya. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#gubernur jateng #keluarga miskin #Ahmad Luthfi #Sekolah Rakyat #Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta