Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Menelisik Strategi Pemberdayaan Masyarakat di Kampung Blangkon dan Kampung Permata Bersama Tim Riset Hibah Pembelajaran Merdeka UNS

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 15 Juli 2025 | 02:02 WIB
Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNS laksanakan program Hibah Pembelajaran Merdeka di Kampung Blangkon dan Kampung Permata di Kota Solo.
Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNS laksanakan program Hibah Pembelajaran Merdeka di Kampung Blangkon dan Kampung Permata di Kota Solo.

RADARSOLO.COM-Sejalan dengan peraturan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam mendorong mahasiswa untuk melakukan beban belajar di luar program studi, Universitas Sebelas Maret (UNS) menjalankan program Hibah Pembelajaran Merdeka.

Program ini merupakan fasilitas yang diberikan UNS kepada mahasiswa berupa insentif untuk mengembangkan bentuk pembelajaran di luar program studi.

Program Hibah Pembelajaran Merdeka kemudian dimanfaatkan oleh sekelompok mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik yang beranggotakan 5 orang dengan didampingi oleh dosen pembimbing, yaitu DR. Siti Zunariyah S.SOS., M.SI.

Skema penelitian dipilih oleh kelompok ini dengan mengangkat tema pemberdayaan masyarakat dalam pengembang kampung tematik di Surakarta.

Topik penelitian ini dipilih karena melihat sedang gencarnya Pemerintah Kota Surakarta dalam melakukan pengembangan wisata kota sehingga akan menarik jika ditelisik bagaimana strategi pemberdayaan masyarakat yang terjadi di belakangnya.

Penelitian dilakukan di Kampung Blangkon dan Kampung Permata.

Kedua lokasi ini dipilih karena Kampung Blangkon dan Kampung Permata merupakan hasil dari program pengembangan kampung tematik yang digagas oleh Pemerintah Kota Surakarta dengan tujuan memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

Kampung Blangkon dengan daya tariknya sebagai sentra industri blangkon merupakan kearifan lokal kebudayaan yang secara turun temurun diwariskan antar kalangan masyarakat Potrojayan di Kelurahan Serengan.

Lokasi kedua di Kelurahan Jayengan dengan kekayaan sejarah dan budaya yang dilatarbelakangi oleh keragaman etnis Banjar, Jawa, dan Cina dapat berbaur menjadi satu di Kampung Permata.

Julukan Permata diberikan karena mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai pengrajin perhiasan dari batu permata, seperti intan dan berlian.

Hasil penelitian yang didapat dari data wawancara dan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan di Kampung Blangkon dan Kampung Permata dilakukan melalui paguyuban yang didirikan oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Tradisi Bergerak – Fisik Menguat : Mahasiswa UNS Gelar Program Penguatan Fisik Melalui Olahraga Tradisional

Paguyuban Maju Utomo yang berada di Kampung Blangkon dan Komunitas Jayengan Kampoeng Permata (JKP) berada di Kampung Permata, strategi yang dilakukan dengan melakukan mobilisasi sumber daya dari aktor seperti pemerintah dan akademisi kepada kelompok masyarakat di kampung tersebut sehingga dapat terus berdaya.

Aktor-aktor tersebut melakukan perannya sebagai pihak yang berdaya dengan menyampaikan pengetahuannya melalui program pelatihan maupun penyaluran bantuan berupa material.

Salah satu anggota tim Hibah Pembelajaran Merdeka, Aulia Widiastuti menuturkan, program hibah pembelajaran merdeka memberi banyak pengalaman dan mengasah mahasiswa untuk berpikir kritis.

Kampung Blangkon dan Kampung Permata merupakan hasil dari program pengembangan kampung tematik yang digagas Pemkot Surakarta untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.
Kampung Blangkon dan Kampung Permata merupakan hasil dari program pengembangan kampung tematik yang digagas Pemkot Surakarta untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

"Sehingga saya berharap program ini terus berlanjut agar mahasiswa dapat berkontribusi dalam kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan," jelasnya.

Program Hibah Pembelajaran Merdeka mendorong mahasiswa melakukan pengembangan pembelajaran di luar kelas terbukti dapat melatih soft skill dan hard skill serta turut memberikan kontribusi kepada masyarakat. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#uns #pemberdayaan masyarakat #mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik #Tim Riset Hibah Pembelajaran Merdeka #kampung permata #kampung blangkon