Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

MPLS SMPN 4 Surakarta Diisi Pengenalan Tujuh Siswa Peraih Medali Perunggu Di Jepang

Mannisa Elfira • Selasa, 15 Juli 2025 | 02:49 WIB

 

Siswa SMPN 4 Surakarta raih perunggu Japan Design, Idea, and Invention Expo 2025 dikenalkan dalam MPLS, Senin (14/7).
Siswa SMPN 4 Surakarta raih perunggu Japan Design, Idea, and Invention Expo 2025 dikenalkan dalam MPLS, Senin (14/7).

RADARSOLO.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan tujuh siswa SMPN 4 Surakarta, yakni Catrabhumi Prayata Adji, Syifania Kirana Candra Putri, Raphael Adi Makayasa, Fabiandi Padmanaputra, Shila Veranda Razani, Angkasa Aska Sagraha, dan Hezkiel Neo Effran. Mereka meraih medali perunggu ajang Japan Design, Idea, and Invention Expo 2025, 5-6 Juli lalu.

Melalui aplikasi Plantsentry, mereka membuktikan bahwa anak-anak nusantara bisa berprestasi di forum global. Ketujuh siswa ini dikenalkan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (14/7).

Inovasi tak lepas dari dorongan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Dian Rineta, termasuk orang tua siswa berupa dukungan moral dan pembiayaan mandiri. Bahkan Wali Kota Surakarta Respati Ardi ikut memberi apresiasi.

“Setelah persiapan, kami kirim artikelnya. Setelah lolos verifikasi, kami berangkat ke Jepang dan pulang bawa medali perunggu,” ucap Kepala SMP Negeri 4 Surakarta Diah Pitaloka Handriani.

Sebagai catatan, Plantsentry merupakan aplikasi untuk membantu proses berkebun. Mencakup fitur pemantauan tanaman, saran perawatan, hingga halaman e-learning.

“Kemudian muncul ide anak-anak membuat robot untuk memantau kondisi dan kesehatan tanaman. Namun karena robot ada kelemahannya, jadi kami maksimalkan drone,” sambung guru pembimbing Anis Wijayanti.

Kepala SMP Negeri 4 Surakarta Diah Pitaloka Handriani bersama siswa juara Lomba Pidato Bulan Bung Karno 2025.
Kepala SMP Negeri 4 Surakarta Diah Pitaloka Handriani bersama siswa juara Lomba Pidato Bulan Bung Karno 2025.

Siswa SMPN 4 Surakarta Raphael Adi Makayasa mengaku, proses pengembangan aplikasi cukup rumit. Memerlukan disiplin dan ketelitian tinggi, khususnya saat menyusun coding.

“Saat menyusun bahasa pemrograman, kadang ada yang terlewat. Karena human error, kadang lupa. Kalau lupa harus mengulang dari awal. Itu tantangannya,” sebutnya.

Sementara itu, saat MPLS juga dikenalkan siswa yang lolos Olimpiade Siswa Nasional (OSN) mata pelajaran IPS. Termasuk siswa juara Lomba Pidato Bulan Bung Karno 2025. Harapannya, para siswa berprestasi ini melecut memotivasi siswa baru yang mengikuti MPLS.

Sebagai sekolah ramah anak, SMPN 4 Surakarta mendorong peran aktif kader Pusat Informasi Remaja dan Konseling (PIK-R) Semar Gayana. Harapannya, terbentuk Generasi Berencana yang Muda yang Berkarya. (nis/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Disdik Kota Surakarta #dinas pendidikan kota solo #disdik kota solo #mpls smpn 4 surakarta