Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sekolah Rakyat di Solo Siap Tampung 100 Anak Putus Sekolah di Jenjang SD

Silvester Kurniawan • Jumat, 18 Juli 2025 | 00:12 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi sapa siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo. (M Ihsan/Radar Solo)
Wali Kota Solo Respati Ardi sapa siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sedang mempersiapkan program sekolah rakyat untuk jenjang sekolah dasar. Program ini diberikan kepada anak usia di bawah 12 tahun yang terpaksa putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Berdasarkan instruksi dari Kementerian Sosial, pemkot menargetkan 100 kuota untuk anak-anak putus sekolah yang berasal dari keluarga miskin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Solo Heri Mulyadi menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak yang tidak dapat melanjutkan sekolah karena kendala ekonomi.

"Kami telah memulai persiapan untuk program ini, dan koordinasi dengan dinas pendidikan serta kelurahan-kecamatan sudah dilakukan untuk memenuhi kuota yang disediakan," ujar Heri.

Dengan waktu tiga bulan untuk persiapan, pihak dinsos bersama dengan Dinas Pendidikan Solo terus mencari anak-anak yang memenuhi syarat, yaitu anak putus sekolah dari keluarga miskin, yang sesuai dengan arahan Kementerian Sosial.

Menurut Heri, sekolah rakyat ini akan mengadopsi konsep boarding school seperti program serupa yang telah diluncurkan sebelumnya.

"Program ini akan ditempatkan di balai latihan kerja yang sekarang menjadi balai vokasi dan produktivitas di Jalan Bhayangkara, Tipes. Anak-anak akan diberikan pendidikan formal dengan fasilitas yang memadai," jelas Heri.

Wali Kota Solo Respati Ardi juga mendukung penuh pelaksanaan program sekolah rakyat untuk anak SD. "Ada tawaran dari Kemensos, dan daripada tidak diambil, kami siapkan. Rencananya, akan ada 100 siswa yang dibagi ke dalam empat rombongan belajar. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah," ungkap Wali Kota Respati.

Respati Ardi juga menegaskan bahwa keberadaan program sekolah rakyat ini tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada anak-anak yang datang dari keluarga kurang mampu.

Dengan mengutamakan prinsip keadilan sosial, pemkot berharap anak-anak tersebut dapat memperoleh kesempatan yang setara untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita mereka.

Dinsos memastikan bahwa calon siswa yang akan menerima manfaat dari program ini adalah mereka yang berasal dari keluarga miskin ekstrem dan benar-benar membutuhkan pendidikan.

Program ini diharapkan dapat memberi solusi bagi anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah karena faktor ekonomi, dan memberikan mereka kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. (ves/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#keluarga miskin #sekolah dasar #Sekolah Rakyat #putus sekolah