RADARSOLO.COM-SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan pendekatan yang tidak hanya informatif.
Tetapi juga edukatif, inspiratif, dan sarat nilai karakter. Kegiatan MPLS tahun ini dibalut dengan berbagai program unggulan yang menghadirkan instansi eksternal untuk memperluas wawasan siswa baru.
Kepala SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo Moh. Pandoyo, S.Si, M.Pd, G.R., menjelaskan, MPLS tahun ini berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat.
Namun sebelum MPLS resmi dimulai, para siswa telah mengikuti kegiatan pra MPLS berupa kegiatan menginap di Al Azhar IBS Tawangmangu yang dikemas dalam bentuk pembentukan karakter dan pelatihan menghafal Al-Qur'an.
“Anak-anak diajak mengenal lingkungan sekolah, kurikulum, metode belajar yang efektif, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi kekuatan utama sekolah ini. Kami juga menanamkan karakter dan kepemimpinan melalui pelatihan bersama Kopassus,” ujar Pandoyo.
Salah satu keunikan MPLS di SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo adalah keterlibatan instansi luar dalam pengenalan lingkungan sosial dan kemasyarakatan.
Sejumlah narasumber dari instansi eksternal diundang untuk mengisi materi, mulai dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0726/ Sukoharjo, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), hingga Dinas Perhubungan (Dishub).
Yang menarik, pada hari keempat, MPLS menghadirkan tim Pemadam Kebakaran dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukoharjo.
Materi yang disampaikan mencakup kesiapsiagaan bencana dan edukasi keselamatan kebakaran. Para siswa diajarkan cara evakuasi saat terjadi kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga simulasi penyelamatan diri.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Pemadam Kebakaran hadir untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan,” tambah Pandoyo.
Selain edukasi teknis, MPLS juga menjadi momentum deklarasi SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo sebagai Sekolah Ramah Anak dan Zona Bebas Perundungan.
Menurut Pandoyo, upaya ini bukan sebatas seremonial, namun didasari oleh komitmen yang kuat dan proses panjang.
Baca Juga: Kopi Pak Bhabin Isi MPLS Di SMAN 1 Nogosari, Beri Edukasi Anti-narkoba dan Tertib Berlalu Lintas
Termasuk koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta studi banding ke SMA Negeri 3 Yogyakarta yang sudah mengantongi legalitas sebagai Sekolah Ramah Anak.
Pandoyo juga menekankan pentingnya menciptakan suasana sekolah yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.
“Selama ini budaya ramah anak sudah menjadi bagian dari keseharian di sekolah kami. Saat ini kami tengah menempuh proses legalitas formal agar predikat Sekolah Ramah Anak ini tidak hanya diakui secara internal, tetapi juga tercatat resmi," urainya.
"Kami memperkuat dokumen administrasi, menjalin kerja sama lebih erat dengan KPAI, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal demi menciptakan lingkungan sekolah yang benar-benar aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa,” imbuh Pandoyo.
Pandoyo juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyekolahkan anaknya di SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo.
Menurutnya, sekolah ini merupakan salah satu yang terbaik di kawasan Solo Baru dan wilayah Karisidenan Surakarta, karena memadukan pendidikan modern berbasis teknologi dengan penguatan nilai-nilai keislaman.
“Fasilitas lengkap, program unggulan, dan fokus pada akhlak serta akademik. Salah satunya adalah program menghafal Al-Qur'an yang menjadi ciri khas kami. Jadi, akademik dapat, agama juga dapat,” paparnya.
Soal prestasi, SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo tak kalah mentereng.
Dalam ajang nasional dan internasional, siswa-siswanya berhasil menorehkan prestasi membanggakan.
Di tingkat nasional, beberapa siswa berhasil memenangkan Lomba Karya Ilmiah di Jakarta serta Olimpiade Sains Al-Azhar Indonesia.
Pada level internasional, meskipun pelaksanaannya masih dilakukan secara daring, siswa-siswa SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo telah menunjukkan prestasi dengan ikut berkompetisi dalam ajang matematika internasional di Thailand, bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
“Alhamdulillah, tahun ini persentase siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri naik dari 52 persen menjadi 60 persen. Bahkan beberapa siswa kami berhasil lolos ke luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Jalur SNBT juga meningkat 400 persen dari sebelumnya 4 siswa menjadi 19 siswa tahun ini,” terang Pandoyo dengan bangga.
Baca Juga: Hari Terakhir MPLS Di SMPN 3 Colomadu Karanganyar Diisi Kegiatan Menanam Pohon
Dengan perpaduan antara pendidikan karakter, spiritualitas, akademik, dan wawasan sosial, sekolah ini menempatkan dirinya sebagai pilihan unggulan bagi orang tua yang menginginkan pendidikan komprehensif bagi putra-putrinya.
“Kami ingin para orang tua percaya bahwa menitipkan anaknya ke Al Azhar 7 Sukoharjo adalah keputusan yang tepat. Di sini anak-anak tidak hanya dididik untuk pintar, tapi juga untuk menjadi pribadi yang berakhlak, siap menghadapi masa depan, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya,” pungkas Pandoyo. (kwl)
Editor : Tri wahyu CahyonoSumber : Radar Solo