RADARSOLO.COM – Perayaan Hari Kebaya Nasional di salah satu SMK swasta di Kota Solo berlangsung semarak, kemarin (24/7). Siswa dan guru tampil percaya diri, kreatif, dan penuh gaya dalam balutan busana tradisional khas Indonesia. Mereka mengisi pertunjukan seni bertajuk “Pesona Kebaya, Warisan Budaya untuk Generasi Muda”.
Berbagai kegiatan menarik ditampilkan dalam perayaan Hari Kebaya Nasional. Mulai dari fashion show kebaya, demo tata rambut dan make-up, memasak makanan tradisional, hingga pertunjukan storytelling tentang sejarah kebaya.
Tak ketinggalan, siswa juga mengekspresikan diri lewat karya hand drawing, digital painting, pameran foto, dan photo booth tematik. Total 144 murid plus 24 guru dan karyawan ambil bagian.
“Kami ingin anak-anak meneladani para pendahulu dan melestarikan budaya kebaya yang saat ini mulai luntur. Apalagi kami memiliki jurusan desain dan produksi busana. Sehingga kegiatan ini menjadi ruang ekspresi dan edukasi yang sesuai bidang mereka,” kata kepala SMK setempat Veronika Etyk Kristianti.
Menariknya, peserta tak hanya mengenakan kebaya dalam bentuk klasik. Mereka juga menampilkan berbagai modifikasi desain kekinian, dengan tetap menjaga nilai budaya. Kebaya hadir dalam berbagai rupa. Seperti Kartini, kutu baru, encim, hingga kebaya kreasi budaya Papua.
“Tugas kami menjadikan kebaya tetap hidup di zaman modern. Modifikasi boleh, asal tidak menghilangkan jati dirinya sebagai warisan budaya,” pesan Pengawas SMK Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah Retnaningsih.
Retna mengingatkan, kebaya telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda sejak 4 Desember 2024. Menyusul pantun yang lebih dulu diakui pada 2020.
Menurutnya, pelestarian budaya seharusnya tidak diserahkan pada peneliti asing saja. Generasi muda harus menjadi pelaku utama dalam merawat warisan budaya Indonesia.
Ini sudah dibuktikan pelajar di Solo dalam acara tersebut. Kebaya bukan lagi simbol masa lalu semata. Karena sudah menjadi kanvas bagi inovasi, identitas, dan rasa bangga sebagai bagian dari budaya Indonesia. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto