RADARSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Voca Erudita Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di kancah internasional.
Tampil memukau di panggung World Choir Festival Hong Kong 2025, mereka sukses membawa pulang lima penghargaan bergengsi yang diselenggarakan The World Youth and Children Choral Artists’ Association (WYCCAA).
Lima penghargaan yang diraih antara lain Champion of Mixed Choir Category (Agenda 29 or below) – B3, Champion of Folklore Choir Category – E2, Best Mixed Choir Award, Best Folk Song Performance Award – Mdm. Barbara Fei Memorial Trophy, dan Jury’s Award.
Kompetisi berlangsung di Hong Kong Cultural Centre Concert Hall dan Tsuen Wan Town Hall Auditorium, 14–18 Juli, dengan melibatkan 14 kategori lomba dan 20 juri internasional.
Tim yang terdiri dari 37 penyanyi, dua konduktor, dan tim pendukung ini tampil memukau dengan membawakan lagu Tutu Koda karya Agnes Hapsari dan Lissoi aransemen Ken Steven untuk kategori folklore, di bawah arahan Redi Sabtono. Kostum yang mereka kenakan turut memperkuat pesan budaya yang dibawa.
“Tutu Koda dari Nusa Tenggara Barat dan Lissoi dari Sumatera Utara bercerita tentang kebersamaan serta persaudaraan suku Batak,” jelas Ketua PSM Voca Erudita UNS, Junior Alfa Andrison Souhuwat.
Sementara untuk kategori mixed choir, penampilan dipimpin Ardian Dika Adhyatma dengan membawakan Ehre Sei Gott in der Höhe karya Felix Mendelssohn dan Noche karya Lorenzo Donati.
Pada babak grand prix, mereka memukau juri dengan O Magnum Mysterium karya Javier Busto serta Gayatri karya Bagus S. Utomo, memadukan keindahan vokal dengan pesan budaya dan spiritualitas Indonesia.
Menurut Alfa, para juri dan masyarakat Hong Kong memberikan banyak pujian atas penampilan Voca Erudita.
“Ini membuktikan bahwa kami bukan hanya tampil, tetapi membawa hal baik yang bisa ditunjukkan luar biasa di kancah internasional,” ujarnya penuh bangga.
Persiapan panjang sejak Maret lalu terbayar dengan hasil gemilang ini. Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi Voca Erudita dalam mengharumkan nama Indonesia di dunia musik paduan suara internasional. (zia/bun)
Editor : Kabun Triyatno