Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

PKM HGR Kimia Farmasi UNS 2025: Edukasi Lingkungan dan Hidup Sehat di Jatirejo Mojosongo

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 30 Juli 2025 | 17:57 WIB
Tim pengabdian Hibah Grup Riset Kelompok Keilmuan Kimia Farmasi dan Dusun Binaan Himpunan Mahasiswa Farmasi UNS laksanakan pengabdian masyarakat di RW 39, Jatirejo, Mojosongo, Jebres, Solo.
Tim pengabdian Hibah Grup Riset Kelompok Keilmuan Kimia Farmasi dan Dusun Binaan Himpunan Mahasiswa Farmasi UNS laksanakan pengabdian masyarakat di RW 39, Jatirejo, Mojosongo, Jebres, Solo.

RADARSOLO.COM- Kualitas lingkungan dan perilaku hidup sehat menjadi perhatian tim pengabdian Hibah Grup Riset Kelompok Keilmuan Kimia Farmasi dan
Dusun Binaan Himpunan Mahasiswa Farmasi Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 2025.

Itu diwujudkan oleh tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dengan menyelenggarakan sosialisasi peluang usaha baru, sosialisasi peningkatan kualitas udara, dan praktik pembuatan solid perfume di kawasan RW 39, Dusun Jatirejo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Minggu (18/05/2025).

Berlanjut penanaman pohon, Minggu (25/05/2025) di kawasan RW 39, Dusun
Jatirejo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi peluang usaha baru, sosialisasi peningkatan kualitas
udara, dan praktik pembuatan solid perfume.

Rangkaian kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan perilaku hidup sehat warga RW 39, Dusun Jatirejo.

Baik melalui edukasi peluang usaha berbasis potensi lokal maupun upaya menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar.

Partisipasi aktif masyarakat setempat dibutuhkan sebagai bentuk dukungan terhadap tujuan tersebut.

Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu perwakilan dari tiap RT dan pemuda-pemudi karang taruna.

Pada sesi sosialisasi peluang usaha baru, peserta diperkenalkan pada pentingnya menumbuhkan jiwa wirausaha yang dilandasi motivasi kuat dan strategi yang tepat.

Peserta diajak untuk mengubah cara pandang terhadap dunia usaha, dengan memahami bahwa
keberhasilan tidak selalu bergantung pada besarnya modal.

Melainkan pada kreativitas, pemahaman pasar, dan kemampuan merancang strategi pemasaran yang efektif.

Beberapa langkah strategis yang disampaikan meliputi penentuan ide usaha yang sesuai dengan minat dan peluang pasar, riset terhadap kebutuhan konsumen, penetapan target pasar.

Baca Juga: RG Sinologi FIB UNS Melakukan Kegiatan Pemajuan Budaya Tionghoa di Klenteng Tien Kok Sie Surakarta

Serta penyusunan rencana usaha dan strategi promosi yang terarah.

Selain peluang usaha, mahasiswa juga melakukan sosialisasi tentang peningkatan kualitas
udara.

Sosialisasi ini berfokus pada pentingnya peningkatan kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga Desa Jatirejo mengenai kualitas udara yang bersih dan sehat.

Udara bersih sangat vital untuk menunjang fungsi pernapasan yang optimal karena paru-paru dirancang untuk menghirup udara kaya oksigen.

Sebaliknya, udara yang tercemar oleh partikel debu, asap, polutan kimia, dan mikroorganisme berbahaya dapat mengganggu sistem pernapasan.

Paparan jangka pendek dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, dan memperburuk asma, sementara paparan jangka panjang dapat memicu penyakit pernapasan kronis.

Seperti bronkitis kronis, emfisema, dan meningkatkan risiko kanker paru-paru.

Materi sosialisasi mencakup berbagai sumber pencemaran udara, seperti asap kendaraan
bermotor yang merupakan kontributor utama polutan di perkotaan, asap pabrik yang
melepaskan berbagai jenis polutan, dan pembakaran bahan bakar fosil untuk energi.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan solusi praktis tentang cara menjaga kualitas udara, di
antaranya ada mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.

Berikutnya, meningkatkan ventilasi rumah, menanam pohon dan tanaman hias, mengurangi pembakaran terbuka, menggunakan produk ramah lingkungan.

Pada saat sosialisasi juga dilakukan pre-test dan post-test, tujuan dari kegiatan ini adalah
untuk mengukur kemampuan para peserta untuk mengetahui seberapa pentingnya kualitas
udara bagi kesehatan tubuh.

Pada saat pre-test tingkat hasil pre-test dari seluruh peserta hanya 28%.

Baca Juga: BUMDesa Kresna di Desa Tawangsari Dapatkan Pendampingan Strategis dari Prodi Akuntansi UNS

Tetapi setelah dilakukan sosialisasi tentang betapa pentingnya kualitas udara yang bagus hasilnya saat post-test meningkat menjadi 100%.

Ini berarti semua peserta sudah paham akan pentingnya kualitas udara yang bagus bagi tubuh.

Selain itu, mahasiswa juga melakukan sosialisasi tentang pembuatan solid parfume.

Solid parfume atau parfum padat adalah jenis parfum yang diformulasikan dalam bentuk padat
dengan menggunakan bahan dasar lilin dan minyak, tanpa mengandung alkohol seperti
parfum cair.

Pembuatan solid parfume dimulai dengan melelehkan bahan dasar seperti beeswax (lilin lebah), shea butter, carrier oil (minyak pembawa), serta diberi tambahan fragrance oil yaitu vanila.

Setelah meleleh dan tercampur merata, campuran tersebut didinginkan sejenak sebelum ditambahkan fragrance oil sebagai sumber aroma.

Setelah pencampuran, adonan dituangkan ke dalam wadah kecil seperti pot logam lalu dibiarkan
mengeras.

Keunggulan solid parfume adalah praktis, tidak mudah tumpah, dan lebih tahan lama di kulit
karena berbasis minyak.

Selain itu, penggunaannya lebih hemat dan mudah dibawa bepergian.

Produk ini juga cocok untuk kulit sensitif karena tidak mengandung alkohol yang dapat menyebabkan iritasi.

Dengan kombinasi kreativitas dan bahan yang tepat, solid parfume bisa menjadi alternatif parfum yang ramah kulit dan ramah lingkungan.

Kegiatan pengabdian masyarakat berlanjut pada Minggu (25/05/2025) dengan penanaman
pohon dan kerja bakti warga.

Acara diawali dengan sambutan dari dosen pembimbing, ketua panitia, dan Ketua RW 39, kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh perwakilan warga dan tim pengabdian.

Baca Juga: Pengabdian PKM-UNS: Peningkatan Kesadaran dan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Edukasi dan Skrining HPV bagi Nakes dan Masyarakat

Pohon yang dipilih adalah lidah mertua karena memiliki kemampuan menyerap dan mengurai polutan udara seperti karbon dioksida (CO₂), formaldehida, benzena, xylene, dan toluena yang sering terdapat di udara rumah tangga atau lingkungan tercemar.

Setelah sesi penanaman pohon, dilakukan kegiatan kerja bakti bersama membersihkan lingkungan sekitar yang melibatkan pemuda-pemudi karang taruna.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat semangat gotong royong sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan asri di Dusun Jatirejo. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#dusun jatirejo #Kelurahan Mojosongo #solo #PKM HGR UNS #jebres #farmasi