Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

BREAKING NEWS! Proses Pemilihan 3 Calon Rektor ISI Surakarta Diulang, Gara-gara Ini

Fauziah Akmal • Minggu, 3 Agustus 2025 | 21:32 WIB
Rektor ISI Solo I Nyoman Sukerna pimpin rapat menyiapkan penyampaikan visi dan misi bakal calon rektor di Gedung Teater Besar, Kampus Utama, pada 30 Juni mendatang.
Rektor ISI Solo I Nyoman Sukerna pimpin rapat menyiapkan penyampaikan visi dan misi bakal calon rektor di Gedung Teater Besar, Kampus Utama, pada 30 Juni mendatang.

RADARSOLO.COM-Proses pemilihan rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk periode 2025–2029 akan mengulang tahap penyaringan tiga calon rektor.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan Senin (4/8/2025).

Tahap ini dilakukan menyusul rekomendasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Setelah dilakukan penelusuran rekam jejak para bakal calon rektor dan anggota senat akademik yang memiliki hak suara.

Sebelumnya, Senat Akademik ISI Surakarta telah menetapkan tiga calon rektor dalam sidang tertutup di Ruang Penunjang Pendhapa GPH Djojokusumo, Selasa (1/7/2025).

Dari delapan bakal calon rektor, tiga nama meraih suara terbanyak dan ditetapkan sebagai calon rektor.

Mereka adalah Bondet Wrahatnala dari Program Studi (Prodi) Etnomusikologi meraih dukungan 8 suara, Sunardi (Seni Pedalangan) 7 suara, dan Prof RM Pramutomo (Tari) 4 suara.

Sementara itu, Handriyotopo (Desain) memperoleh 2 suara, dan masing-masing Ana Rosmiati (Desain) serta Joko Budiwiyanto (Desain) mendapat 1 suara.

Adapun Slamet (Tari) dan Adam Wahida (S2 Pendidikan Seni UNS) tidak memperoleh suara.

Para calon rektor ISI Surakarta juga telah memaparkan visi, misi, dan program kerja, Senin (30/6/2025).

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Prof. Sugeng Nugroho menjelaskan, hasil penyaringan pertama telah disampaikan ke Kemendiktisaintek.

Baca Juga: Delapan Kandidat Rektor ISI Adu Visi Dan Misi

Kemudian, kementerian melakukan penelusuran rekam jejak.

Baik terhadap calon rektor yang telah lolos seleksi, maupun terhadap anggota senat yang memberikan suara.

"Karena di dalam statuta itu perwakilan senatterdiri dua macam," katanya.

Yang pertama adalah ex-officio para pejabat ada rektor, wakil rektor, kemudian ada dua dekan, ada direktur, ada kepala lembaga. Selain itu adalah perwakilan jurusan

Dia mengatakan, kementerian menemukan bahwa terdapat lima anggota senat yang sudah tidak mewakili homebase-nya.

Hal itu akibat adanya dosen yang pensiun antara akhir 2024 hingga awal 2025 dan pembukaan prodi baru.

Empat dosen berpindah homebase ke program pascasarjana, dan satu lainnya berpindah karena pembukaan program studi baru.

Kementerian menyarankan agar dilakukan pemilihan ulang guna menghindari permasalahan di kemudian hari.

Pemilihan ulang akan dilakukan dengan susunan anggota senat yang telah diperbarui sesuai dengan homebase-nya.

“Perombakan senat sudah dilakukan. Lima anggota senat digantikan, dan ditambah satu anggota baru dari lembaga penjaminan mutu, yang sebelumnya belum diwakili. Karena sebelumnya tergabung dengan lembaga penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penjaminan mutu yang kini dipisah menjadi dua lembaga berbeda. Jumlah anggota senat pun kini menjadi 25 orang, dari sebelumnya 24,” urai Sugeng.

Sugeng menyebut Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna telah menginisiasi pertemuan antara senat lama dan senat baru untuk menentukan langkah ke depan.

Hasil pertemuan menyepakati dilakukannya pemilihan ulang, sejalan dengan saran kementerian.

“Jadi, dengan sudah tidak ada persoalan, tinggal penyaringan dari delapan bakal calon menjadi tiga calon. Itu yang akan dilakukan besok Senin (4/8/2025),” terangnya.

Baca Juga: Kuatkan Pentahelix, FSP ISI Surakarta dan Disparbud Belu Jalin Kerja Sama untuk Festival Fulan Fehan 2025

Panitia juga telah mengundang seluruh bakal calon untuk menghadiri sosialisasi terkait alasan pemilihan ulang.

Sugeng menyebut para kandidat tidak ada yang keberatan dengan pemilihan ulang.

“Yang diharapkan adalah proses pemilihan ini bisa berjalan lancar, tertib, tidak ada hambatan, dan tidak ada persoalan terutama tidak ada persoalan hukum. Jangan sampai ada yang melanggar hukum,” harapnya.

”Sehingga semua siapapun yang akan jadi rektor itu rektor yang sah, rektor yang dalam tahapan pemilihannya sesuai dengan aturan yang berlaku sesuai dengan statuta ISI Surakarta sesuai dengan saran-saran petunjuk-petunjuk dari kementerian. Siapapun yang menjadi rektornya harus semua harus bisa mendukung,” urai Sugeng. (zia/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#pemilihan ulang #Homebase #isi surakarta #Calon Rektor