Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ribuan Siswa Swasta Tak Mampu Berpotensi Dapat Beasiswa Rp 2 Juta dari Pemprov Jateng, Ini Syaratnya

Fauziah Akmal • Senin, 4 Agustus 2025 | 15:45 WIB
INOVATIF: Aplikasi belajar fisika berbasis android karya salah satu siswa SMA swasta di Kota Solo, implementasi projek penguatan pelajar Pancasila (P5) dan bagian dari Kurikulum Meredeka.
INOVATIF: Aplikasi belajar fisika berbasis android karya salah satu siswa SMA swasta di Kota Solo, implementasi projek penguatan pelajar Pancasila (P5) dan bagian dari Kurikulum Meredeka.

RADARSOLO.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan memberikan beasiswa sebesar Rp 2 juta per tahun kepada siswa dari keluarga tidak mampu yang bersekolah di SMA dan SMK swasta.

Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pemerataan akses pendidikan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Kepala Disdikbud Jateng, Sadimin, menjelaskan bahwa beasiswa ini sejatinya merupakan kelanjutan dari program kemitraan antara Pemprov Jateng dengan sekolah-sekolah swasta.

Dalam program ini, siswa dari keluarga kurang mampu akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan yang setara dengan jalur afirmasi, yakni Rp2 juta per siswa per tahun.

“Kuota (afirmasi kemitraan) 5.004 terpenuhi 2.360-an, tetapi mayoritas mereka-mereka itu sekolah di negeri. Dan nanti kita, petani yang masuk P1, P2, kita kasih beasiswa yang sama dengan yang tadi, yang murni masuk afirmasi,” ujar Sadimin dalam seminar Peningkatan Mutu Pembelajaran Berkelanjutan di FKIP UNS, Kamis (31/7).

Dia mengakui bahwa masih banyak anak-anak dari keluarga tidak mampu yang justru bersekolah di sekolah swasta karena tidak lolos seleksi ke sekolah negeri.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pendataan ulang terhadap siswa-siswa tersebut untuk memastikan mereka menerima bantuan yang layak.

“Karena ada anak-anak yang di swasta yang tidak mampu banyak. Maka nanti akan kita data, kita kasih beasiswa,” imbuhnya.

Sadimin menjelaskan, dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, telah dilakukan kerja sama kemitraan dengan 56 SMA dan 83 SMK swasta di Jateng, dengan total kuota mencapai 5.004 siswa.

Namun sayangnya, hanya sekitar 2.360 siswa yang memanfaatkan jalur afirmasi ini.

Meski begitu, ia memastikan bahwa optimalisasi jalur afirmasi untuk sekolah negeri justru melebihi target.

“Target kita meskipun di sekolah kemitraan tadi tidak tercapai, tapi untuk yang optimalisasi di negeri sudah melebihi dari kuota yang ada. Dari 59 ribu menjadi 62 ribu untuk anak-anak yang tidak mampu,” ujarnya.

Sebagai informasi, jalur afirmasi ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, anak panti, dan anak putus sekolah.

Mereka harus termasuk dalam kategori Prioritas 1, 2, atau 3 (P1, P2, P3) dan terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah diverifikasi oleh Data Terpadu Jateng.

Bagi siswa yang lolos afirmasi dan diterima di sekolah mitra, seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah provinsi. Artinya, mereka bisa bersekolah secara gratis tanpa pungutan apa pun.

“Kita sesuai aturan satu kelas, satu rombel (rombongan belajar) itu 36 siswa. Banyak anak-anak yang pengin sekolah negeri, karena penginnya gratis tidak ada iuran dan lain sebagainya, maka kita gandeng swasta tadi,” jelas Sadimin.

Dia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB untuk SMA/SMK/SLB Jateng tahun 2025 berjalan lancar dan sepenuhnya berbasis daring.

“Tidak ada titip-titipan ya. Tidak ada jasa titip ya. Alhamdulillah. Jadi kepala dinas senang. Tidak ada yang main-main di situ. Semuanya online, tidak ada yang offline. Ini yang menggembirakan untuk teman-teman semuanya,” tambahnya.

Sebagai catatan, di Kota Solo terdapat empat sekolah mitra program kemitraan, yakni SMA Muhammadiyah 2 Solo, SMA Muhammadiyah 3 Solo, SMK Bhineka Karya, dan SMK Wijaya Kusuma.

Masing-masing sekolah menyediakan 36 kursi afirmasi, namun hingga batas akhir pendaftaran, keterisian kursi belum mencapai 100 persen. (zia/nik)

Editor : Niko auglandy
#sma #swasta #smk