RADARSOLO.COM – Pemerintah gencarkan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar anak sekolah, sebagai langkah preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan mereka. Di Kota Solo, program ini telah dimulai awal Agustus, dengan sasaran seluruh siswa jenjang SD hingga SMA di 17 puskesmas.
Petugas kesehatan Puskesmas Penumping drg. Aryant Dentia Rahmasari menjelaskan, program ini tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto, terkait skrining kesehatan secara menyeluruh di lingkungan sekolah. Tiap puskesmas bertanggung jawab memeriksa kesehatan siswa di sekolah-sekolah di wilayahnya.
“Kami sudah mulai awal Agustus. Targetnya selesai dalam waktu kurang lebih tiga bulan,” jelas Denti saat ditemui di SDN Begalon I, Senin (4/8).
Denti menambahkan, Puskesmas Penumping menargetkan cek kesehatan pada 7.000 siswa. Salah satu sekolah yang sudah dikunjungi, yakni SDN Begalon 1 pada Jumat (1/8) dan kemarin.
“Harapannya, nanti kurang lebih sebelum akhir tahun sudah selesai. Jadi nanti bertahap. Sehari mungkin dua kelas dulu,” imbuh Denti.
Pemeriksaan dimulai dari kelas I dan II. Fokus pemeriksaan pada kesehatan dasar. Seperti pengukuran antropometri (tinggi badan dan berat badan), pemeriksaan gigi, mata, telinga, serta anamnesis sederhana terkait kondisi rumah tangga. Seperti paparan asap rokok dan gejala batuk berkepanjangan.
“Yang hari ini (kemariN) kami memeriksa 54 siswa kelas II. Meski ada beberapa yang tidak hadir, nanti akan ikut pemeriksaan susulan,” bebernya.
Terkait pemeriksaan kesehatan siswa jenjang SMP dan SMA, akan mencakup aspek lebih luas. Termasuk skrining hemoglobin (Hb), sebagai upaya pencegahan anemia dan stunting. Pemeriksaan juga mencakup potensi talasemia dan kegiatan fisik, seperti uji kebugaran menggunakan tes lari rockport.
“Dari cek kesehatan gratis ini, kami bisa skrining untuk mendapatkan potret kondisi kesehatan dari siswa-siswa di Puskesmas Penumping. Misalnya memang butuh tindakan medis lebih lanjut, sudah ketahuan dari awal,” papar Denti.
Sementara itu, guru PJOK dan UKS SDN Begalon I Ryan Prasetyawan mengapresiasi program ini. Apalagi beriringan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), yang menyasar siswa kelas I dan V dengan imunisasi dasar dan vaksin HPV.
“Kalau dulu hanya periksa gigi dan telinga, sekarang lebih lengkap. Ada tensi dan cek mata juga. Harapannya terus berlanjut dari kelas I-VI, bahkan sampai ke jenjang berikutnya,” bebernya. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto