RADARSOLO.COM – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memastikan, kebutuhan tenaga pendidik untuk sekolah rakyat sudah terpenuhi. Bahkan, guru yang sempat mengundurkan diri pun langsung digantikan. Sehingga kini tidak ada lagi kekosongan atau krisis guru di sekolah rakyat.
Fajar menjelaskan, sempat ada beberapa guru yang mundur karena faktor jarak dan kendala teknis. Namun, hal itu segera diantisipasi dengan menyiapkan tenaga pengganti.
“Semua kebutuhan guru yang diperlukan sekolah rakyat sudah kami penuhi. Penggantinya sudah kami siapkan. Sejauh ini untuk kebutuhan, dari kami aman,” kata Fajar saat kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (18/8).
Fajar menambahkan, Kemendikdasmen mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto, dalam hal kurikulum dan penyediaan tenaga pendidik. Sementara itu, teknis pelaksanaan, termasuk dinamika di lapangan ada di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial (Kemensos).
“Kami memberikan asistensi dalam bentuk kurikulum dan juga menyiapkan gurunya. Adapun mengenai teknisnya kapan dibuka, di mana akan dibuka, itu sepenuhnya kewenangan Kemensos,” ujar Fajar.
Mengutip keterangan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam akun media sosial resmi Kemensos, ada 143 dari 1.469 guru yang dinyatakan diterima. Sedangkan 9,7 persen guru tidak memenuhi panggilan dan menyatakan mundur melalui aplikasi CASN di BKN.
“Jumlah yang sama, yaitu 143 guru juga telah diterima sebagai pengganti mereka yang mundur. Semua telah diatur dan melalui mekanisme pegawai yang telah ditentukan,” kata Gus Ipul.
Dia menyebut, alasan tidak memenuhi panggilan atau mundur di antaranya karena mereka diterima pada penempatan formasi guru di daerah dan ditempatkan di titik sekolah rakyat yang jauh dari domisili asal mereka.
“Ini terjadi jika formasi guru mata pelajaran tertentu di daerah tersebut kosong, maka akan diambilkan dari calon guru pada mata pelajaran yang sama dari daerah terdekat,” paparnya.
Dia mengklaim pengunduran tersebut tidak mengganggu proses masa pengenalan lingkungan sekolah atau matrikulasi dan belajar mengajar di sekolah rakyat.
“Sebagian besar mereka yang mengundurkan diri berasal dari 23 titik sekolah rakyat yang belum beroperasi,” bebernya. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto