RADARSOLO.COM-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 74 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar program engolahan susu kambing dari peternak setempat menjadi susu pasteurisasi dan yogurt di Desa Bulurejo.
Kegiatan ini sebagai upaya dalam meningkatkan nilai jual dan konsumsi susu kambing di masyarakat.
Program tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDGs 1 (No Poverty), SDGs 2 (Zero Hunger), SDGs 3 (Good Health and Well-being), SDG 8 (Decent Work and Economics Growth), dan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production).
Ketua KKN 74 UNS Ferdy Dwi Nugroho menjelaskan, program ini bertujuan memanfaatkan susu kambing yang biasanya diberikan kepada anak-anak saat posyandu, namun masih menghadapi kendala karena sebagian masyarakat kurang menyukai rasa susu kambing.
“Melalui inovasi pengolahan menjadi susu pasteurisasi dan yogurt, diharapkan dapat mendorong minat konsumsi susu kambing di masyarakat sekaligus meningkatkan nilai jual,” ujarnya.
Sebagai bagian dari program ini, tim KKN 74 UNS mengadakan sosialisasi pembuatan susu pasteurisasi dan yogurt.
Kegiatan tersebut berisi pemaparan manfaat mengkonsumsi susu kambing, langkah-langkah pengolahan mulai dari proses pemanasan susu dengan suhu tertentu, pengemasan, dan teknik fermentasi sehingga bisa menghasilkan yogurt dengan cita rasa yang disukai.
Penanggung jawab program pengolahan susu kambing yang sekaligus ketua KKN 74 UNS Ferdy Dwi Nugroho menuturkan, olahan susu kambing memiliki prospek yang dapat dikatakan baik, karena susu kambing kaya akan nutrisi dan lebih mudah untuk dicerna dibandingkan susu sapi.
“Susu kambing memiliki manfaat yang melimpah dikarenakan mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, mulai dari kalsium, magnesium, fosfor, vitamin, dan protein," jelasnya.
"Selain itu, produk turunan seperti yogurt banyak diminati karena rasanya segar dan mengandung bakteri baik untuk kesehatan organ pencernaan,” imbuh Ferdy.
Tim KKN mengadakan sosialisasi serta pembuatan susu pasteurisasi dan yogurt di Dusun Jengglong, pada Jumat (8/8/2025) dengan mengundang ibu-ibu PKK Dukuh Gunungrejo.
Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi, yang dilanjutkan demonstrasi pembuatan susu pasteurisasi dan yogurt.
Proses pasteurisasi dilakukan dengan memanaskan susu pada suhu 70-80°C untuk membunuh bakteri patogen, tanpa mengurangi kandungan gizi alaminya.
Setelah melalui proses ini, susu dapat ditambahkan perisa sesuai dengan keinginan.
Selain itu, sebagian susu diolah menjadi yogurt dengan menambahkan bakteri starter (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus) yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.
Di Dusun Jengglong, partisipasi masyarakat sangat tinggi karena antusiasme ibu-ibu PKK dalam mengikuti setiap tahapan sosialisasi.
Peserta terlihat bersemangat dalam mendengarkan materi serta antusias saat mencoba hasil olahan susu pasteurisasi dan yogurt.
Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat terbuka terhadap inovasi dalam memanfaatkan hasil ternak lokal.
“Selama ini susu kambing kurang diminati karena rasa dan aromanya yang khas. Setelah diajari membuat susu pasteurisasi dan yogurt, ternyata rasanya lebih enak” ungkap salah satu peserta.
Selama ini, susu kambing di Desa Bulurejo umumnya dijual langsung oleh peternak dalam bentuk segar tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut.
Hal ini membuat nilai jual susu kambing belum optimal karena harga yang diterima peternak relatif rendah dan ketertarikan masyarakat untuk mengonsumsi susu kambing segar juga masih terbatas.
Sosialisasi serta pembuatan susu pasteurisasi dan yogurt yang dilakukan di Dusun Jengglong dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Baik dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pengolahan hasil ternak, membangun keterampilan praktis yang dapat diaplikasikan secara mandiri, maupun membuka peluang usaha baru yang berpotensi menambah nilai ekonomi bagi keluarga.
“Kami berharap ibu-ibu PKK tidak hanya mengikuti sosialisasi ini, tetapi juga dapat mempraktikan sendiri olahan susu sehingga memberikan nilai tambah ekonomi. Dengan begitu, Desa Bulurejo berpotensi menjadi sentra olahan susu kambing,” tutup Ferdy Dwi Nugroho. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono