RADARSOLO.COM- Dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas masyarakat dan penguatan sektor usaha mikro, Tim Grup Riset Agricultural Product Design (APD) Diploma Tiga Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS) yang terdiri dari dosen dan mahasiswa melaksanakan kegiatan Pendampingan Produksi Permen Jahe di UMKM Sami Tresna.
Yaitu, salah satu pelaku usaha lokal di Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar yang fokus pada olahan pangan fungsional berupa permen jahe.
Kegiatan ini telah memenuhi SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 3 yaitu Good Health and Well Being.
Pendampingan yang dilakukan meliputi pengenalan alat pengaduk permen, penyerahan sertifikat NIB dan PIRT, pelatihan pembuatan permen lunak (chewy candy), serta sosialisasi pemasaran digital.
UMKM Sami Tresna, yang sebelumnya memproduksi permen jahe secara manual, kini diperkenalkan dengan alat pengaduk permen semi otomatis.
Peralatan ini mampu membantu proses pencampuran adonan jahe dan gula dengan suhu terkontrol, menghemat tenaga kerja, dan menghasilkan kualitas permen yang lebih konsisten.
“Dengan alat ini, kami bisa produksi lebih banyak dan lebih cepat. Hasilnya juga lebih halus dan rata,” ungkap Ibu Sayemilah, pemilik UMKM Sami Tresna.
Kegiatan ini didampingi oleh tim dosen Rahma Bayunita Hapsari, S.T.P., M.Sc., R. Baskara Katri Anandito, S.T.P., M.P., Rini Fertiasari, S.P., M.Sc., Rizky Brisha Nuary, S.T.P., M.Sc., dan Gusti Ananda Syahputri S.TP., M.Sc.
Serta tim mahasiswa D3 Teknologi Hasil Pertanian memberikan pelatihan intensif pembuatan permen lunak jahe (chewy ginger candy).
Pelatihan mencakup formulasi bahan, teknik pemanasan, pengadukan hingga pemotongan dan pengemasan yang higienis dan menarik.
Tak hanya aspek produksi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pemasaran.
UMKM diberikan pemahaman tentang cara memanfaatkan media sosial, platform e-commerce, dan strategi branding digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami tidak hanya ingin mereka bisa produksi lebih baik, tapi juga bisa menjual lebih cerdas,” ujar Koordinator Tim Pengabdian, Rahma Bayunita Hapsari, S.T.P., M.Sc.
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan UMKM Sami Tresna dapat menjadi contoh pengembangan usaha kecil berbasis potensi lokal yang adaptif terhadap teknologi dan kebutuhan pasar modern.
Kegiatan ini sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui inovasi produk dan digitalisasi UMKM. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono