RADARSOLO.COM–Grup Riset Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan program pengabdian masyarakat di UKM Batik Manggar, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Fokus utamanya adalah memperkuat tata kelola usaha melalui penerapan sistem akuntansi, diversifikasi produk, serta memperluas jangkauan pemasaran.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Sri Hartoko, MBA., Ak., CACP., bersama Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., dan M. Rudianto, S.E., S.Sn., M.Sn.
Serta diperkuat Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak. dan Prof. Dr. Dra. Hj Endang Dwi Amperawati, M.M.
Tim didukung dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Salma Nadia Putri dan Tsabita Widya Waskito.
Program yang diusung bertajuk “Penerapan Sistem Akuntansi dan Peningkatan Kualitas Produk Marketable untuk Menciptakan Keberlanjutan Usaha pada UKM Batik Manggar di Kabupaten Blora.”
Menurut Dr. Sri Hartoko, pembeli UKM Batik Manggar berdasarkan data penjualan masih didominasi masyarakat lokal Blora.
Sebab itu, dia dan tim mendorong inovasi desain motif dan produk agar mampu bersaing dengan batik dari daerah lain.
“Sejumlah langkah konkret pun diterapkan. Mulai dari penggunaan teknik paper stamp untuk meningkatkan efisiensi pembuatan motif, pembuatan prototipe produk, hingga pemanfaatan alat feeder guna mempercepat kapasitas produksi,” paparnya, Selasa (26/8).
Tak hanya di sisi produksi, penguatan branding juga menjadi perhatian.
Tim bersama mitra mengembangkan profil video, website, dan media sosial Batik Manggar.
Saluran pemasaran offline maupun online, termasuk platform e-commerce, dibangun agar UKM ini mampu menjangkau pasar regional dan nasional.
Hartoko menambahkan, program ini selaras dengan upaya pemberdayaan masyarakat Blora.
“UKM Batik Manggar memiliki potensi besar. Melalui peningkatan kapasitas pengelolaan usaha dan inovasi produk, kami berharap Batik Manggar bisa menjadi contoh sukses pengembangan ekonomi kreatif daerah,” ujarnya.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, program ini juga menciptakan lapangan kerja baru dan melibatkan masyarakat sekitar dalam proses produksi.
Kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan UKM diyakini menjadi sarana transfer pengetahuan di bidang manajemen bisnis, keuangan, digital marketing, hingga pengelolaan SDM.
Kegiatan yang mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) 2025 ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Terutama pengurangan kemiskinan serta pengembangan industri, inovasi, dan infrastruktur.
Program juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, yakni mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus serta hasil kerja dosen yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Dengan penerapan teknologi, inovasi produk, dan peningkatan sistem pengelolaan usaha, Batik Manggar berpotensi menjadi ikon ekonomi kreatif Blora.
Ke depan, UKM ini diharapkan mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga nasional. (zia)
Editor : Tri wahyu Cahyono