RADARSOLO.COM – Institut Seni Indonesia (ISI) Solo tahun ini kembali mendapat kehormatan menerima kunjungan dari Seoul National University (SNU), salah satu perguruan tinggi terkemuka dari Korea Selatan.
Kedatangan ini merupakan wujud nyata dari komitmen kerja sama dalam penciptaan dan pementasan seni pertunjukan yang telah dibina sejak 2023.
Kolaborasi kali ini kembali dijembatani oleh Pusat Studi Musik Asia ISI Surakarta, dengan melibatkan serta Solo International Performing Arts (SIPA) sebagai mitra penyelenggara.
Pertunjukan kolaboratif ini akan memadukan keunikan musik dan tari tradisional Korea Selatan dengan kekayaan seni Nusantara. Fokus utamanya adalah menampilkan karya-karya bernuansa seni istana dari kedua negara, yang menggambarkan keagungan dan keindahan seni yang pernah hidup di lingkungan kerajaan.
Tak hanya itu, penonton juga akan disuguhkan dengan beberapa karya yang mengangkat seni musik rakyat dari kedua bangsa. Perpaduan antara seni istana dan rakyat ini diharapkan dapat menciptakan nuansa keragaman yang menarik dan dinamis.
Seluruh proses kolaborasi ini akan diwujudkan dalam sebuah pementasan spektakuler bertajuk “Heterogenous: Sinamadan Dalam Pertunjukan Kolaboratif Korea-Indonesia”. Sebanyak enam profesor dan tujuh mahasiswa dari Fakultas Musik Seoul National University akan berkolaborasi dengan para dosen dan mahasiswa dari Jurusan Etnomusikologi, Seni Karawitan, dan Seni Tari ISI Surakarta.
Kesembilan karya yang akan ditampilkan meliputi: Srimpi Ludiro Madu, Sinawi, Sangnyeongsan, Chimyangmu, Chunmyongok, Intertwined, Cheoyongmu, Salmunori, dan Bengawan Solo Kolaborasi.
Pertunjukan akan diselenggarakan di dua lokasi berbeda: Pendhapa Ageng G.P.H. Joyo Kusumo ISI Surakarta pada 2 September 2025 pukul 19.30 WIB, dan di Pamedan Pura Mangkunegaran melalui Solo International Performing Arts (SIPA) pada 4 September mendatang, sekira pukul 17.00. (nik)
Editor : fery ardi susanto