Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

ISI Surakarta dan SNU Korea Selatan gelar Pertunjukan Kolaborasi: Bengawan Solo hingga Chunmyeongok Memukau

Fauziah Akmal • Kamis, 4 September 2025 | 01:03 WIB
HARMONIS: Salah satu pementasan kolaborasi antara ISI Surakarta dan SNU Korea Selatan di Pendapa Ageng GPH Djoyokusumo ISI Surakarta, Selasa (2/9) malam.
HARMONIS: Salah satu pementasan kolaborasi antara ISI Surakarta dan SNU Korea Selatan di Pendapa Ageng GPH Djoyokusumo ISI Surakarta, Selasa (2/9) malam.

RADARSOLO.COM – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Seoul National University (SNU) Korea Selatan menggelar pertunjukan kolaboratif di Pendapa Ageng GPH Djoyokusumo ISI Surakarta, Selasa (2/9) malam. Bertajuk “Heterogeneus Sinamadan dalam Pertunjukan Kolaboratif Indonesia-Korea”. Menyajikan sembilan repertoar karya musik dan tari tradisional dari kedua negara.

Salah satunya sajian musik kolaborasi Program Studi Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) dan Department of Korean Music SNU. Menyajikan karya 'Chunmyeongok' yang menunjukkan keanggunan musik vokal tradisional Korea.

Selain itu, karya musik keroncong Bengawan Solo juga ditampilkan secara kolaboratif.

Kemudian, 'Chimhyangmu' (Tarian Dupa Kayu Gaharu), interwined (paduan instrumen musik Barat dan Korea), dan 'Cheoyongmu' (tarian istana yang terinspirasi legenda Dinasti Silla).

 

Selain itu, terdapat karya Sinawi sebuah ansambel instrumental kaya improvisasi, Yeonmyangchun (musik solo musim semi yang matang, Samulnori (ensembel perkusi tradisional korea), serta Tari Srimpi Ludiro Madu.

Sentuhan etnik dan dan sinematografi dalam persembahan seni tersebut memperlihatkan kekayaan budaya kedua negara secara harmonis dan mendidik.

Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna menegaskan, pertunjukan kolaboratif ini merupakan realisasi perjanjian kerja sama ISI Surakarta dan College of Music SNU.

“Kolaborasi yang kita saksikan malam ini adalah salah satu buah dari komitmen bersama di mana para akademisi dari kedua institusi bekerja sama menciptakan sesuatu yang baru,” tutur Nyoman dalam sambutannya.

Menurutnya, proses penciptaan karya kolaboratif ini menjadi pembelajaran yang tidak dapat ditemukan dalam ruang kelas biasa.

BERSINERGI: Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna memberikan cenderamata yang diterima oleh Dekan Fakultas Musik SNU Choi En Sik.   
BERSINERGI: Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna memberikan cenderamata yang diterima oleh Dekan Fakultas Musik SNU Choi En Sik.  

Sementara itu, Dekan Fakultas Musik SNU Choi En Sik mengapresiasi undangan yang diterimanya, sehingga institusinya bisa pentas di ISI Surakarta.

Termasuk tampil dalam Solo International Performing Arts (SIPA) di Pura Mangkunegaran, Kamis (4/9).

”Sungguh bermakna bagi kita semua dapat berbagi keyakinan bahwa kebudayaan harus tetap hidup agar bangsa dapat maju serta identitas dan kebanggaan dapat terjaga,” paparnya. 

Ketua Pusat Studi Musik Asia ISI Surakarta Aris Setiawan menambahkan, kolaborasi ini diawali dirinya yang menjadi dosen tamu selama dua minggu di SNU pada 2023.

”Kami berharap kolaborasinya tidak hanya persoalan pementasan, tapi juga penelitian, riset bersama dan juga banyak hal bisa kita lakukan,” harapnya. (zia/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#korea selatan #ISI