Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Teknologi Pangan UNS Gelar Pelatihan Teknik Pemasaran dan Pengolahan Produk Berbasis Belimbing

Niko auglandy • Kamis, 4 September 2025 | 01:21 WIB
CARI SOLUSI: Grup Riset Keamanan Pangan dan Bioteknologi, Prodi Ilmu Teknologi Pangan UNS beri pendampingan ke UMKM Starvit di Desa Jetis Wetan, Jaten, Karanganyar.
CARI SOLUSI: Grup Riset Keamanan Pangan dan Bioteknologi, Prodi Ilmu Teknologi Pangan UNS beri pendampingan ke UMKM Starvit di Desa Jetis Wetan, Jaten, Karanganyar.

RADARSOLO.COM Belimbing merupakan salah satu buah tropis yang melimpah di Indonesia dan belum banyak diolah menjadi produk, baik makanan maupun minuman.

Belimbing memiliki rasa khas perpaduan asam dan manis yang cocok untuk membuat makanan penutup ataupun minuman segar.

Selain memiliki rasa khas tersebut, belimbing menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan, terutama mencegah penyakit darah tinggi dan mengendalikan kadar kolesterol darah.

UMKM Starvit di Desa Jetis Wetan, Kecamatan Jaten, Karanganyar, merupakan salah satu UMKM yang mengolah belimbing menjadi beberapa produk makanan dan minuman, seperti nastar dan manisan belimbing serta produk saribuah belimbing.

Produk yang paling banyak disukai adalah saribuah belimbing. Sayangnya umur simpan produk ini tidak lama, serta ada permasalahan mengenai rasa buah belimbing pada produk sari buah menjadi tidak kuat setelah proses pemasakan, sehingga perlu penambahan bahan tambahan lain untuk mencirikan bahwa produk tersebut terbuat dari sari belimbing.

Permasalahan lain adalah kemasan yang masih menggunakan cup berbahan plastik dengan penutup, sehingga jika disimpan beku dan akan dipasarkan tidak sesuai dengan konsep produk yang ready to drink (RTD).

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat yang tergabung dalam Grup Riset Keamanan Pangan dan Bioteknologi, Program Studi Ilmu Teknologi Pangan, Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk saribelimbing dan meningkatkan penjualan produk tersebut.

Pendampingan antara lain melakukan pelatihan terhadap karyawan UMKM mengenai cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB).

Tujuannya agar para karyawan dapat melakukan pengolahan produk sesuai standar produksi pangan olahan, sehingga kualitas produk saribuah dapat memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan terjaga kualitasnya.

Untuk meningkatkan penjualan dilakukan pula reformulasi produk saribelimbing dan perbaikan kemasan serta sistem pemasaran. Pemasaran yang semula terpusat di tempat produksi diubah dengan memanfaatkan kelompok wanita tani (KWT) desa setempat sebagai agen pemasaran.

Sebelum melakukan pemasaran produk, anggota kelompok wanita tani ini diberikan pelatihan mengenai Teknik pemasaran produk pangan.

Dengan perbaikan kemasan dan teknik pemasaran door-to-door ini diharapkan akan meningkatkan penjualan dan juga memberikan edukasi kepada konsumen akan manfaat belimbing.

Selain itu penjualan dengan sistem ini memiliki berbagai manfaat yaitu dapat menjangkau berbagai kalangan masyarakat dan juga dapat memberdayakan perempuan dalam hal ini ibu rumah tangga (IRT) agar dapat memiliki kesempatan kerja. (nik)

 

 

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#uns #teknologi pangan