Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Reshuffle Menteri, Pengamat Politik UNS Solo: Prabowo Inginkan Sosok Loyal

Fauziah Akmal • Selasa, 16 September 2025 | 00:55 WIB
Pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Agus Riewanto.
Pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Agus Riewanto.

RADARSOLO.COM – Presiden Prabowo Subianto merombak Kabinet Merah Putih (KMP) dengan mencopot lima menteri sekaligus. Pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Agus Riewanto menilai, langkah tersebut merupakan upaya Prabowo untuk memperkuat konsolidasi. Sekaligus ingin melepaskan bayang-bayang presiden periode sebelumnya, Joko Widodo (Jokowi).

Sebagai catatan, lima menteri di-reshuffle. Mulai dari Menkopolkam Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo.

Sebagai ganti, Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menteri Keuangan, Mukhtarudin sebagai Menteri P2MI, dan Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi. Sementara posisi Menkopolkam dan Menpora belum dilantik.

“Memang reshuffle ini tidak begitu mengejutkan. Dipastikan dia (Prabowo, Red) akan mandiri, gitu ya. Jadi, menteri-menteri yang di-reshuffle itu kan mungkin dititipkan Jokowi kepada Prabowo. Jadi, kira-kira yang agak mengganggu kohesivitas dan konsolidasi pemerintahan Prabowo, pasti di-reshuffle,” kata Agus, belum lama ini.

Agus memprediksi, perombakan kabinet masih akan berlanjut. Tidak hanya di jajaran menteri, tetapi juga kepala lembaga, kepala badan, wakil menteri hingga komisaris. 

“Apapun yang terjadi, pemerintahan Prabowo ingin bertahan lama dengan dirinya sendiri. Dia ingin menyapih (memisahkan) diri. Tidak ada bayang-bayang nama besar di belakangnya,” jelasnya.

Agus juga menilai, pilihan menteri Prabowo lebih menekankan pada aspek loyalitas ketimbang kompetensi.

“Dugaan saya, yang sangat dihitung Prabowo bukan soal kompetensi dan seterusnya. Kalau soal kompeten, pengalaman itu orang Indonesia banyak. Sangat banyak ilmuwan, kemudian praktisi juga banyak. Mungkin yang dicari Prabowo orang yang loyal,” imbuhnya.

Tidak hanya loyalitas terhadap Prabowo, Agus menilai pemilihan menteri baru juga didasarkan pada kesesuaian dengan visi misi. Tidak berdiri di dua kaki antara Prabowo dengan Jokowi.

“Tampaknya ke depan akan seperti itu. Ini hanya orang yang berdiri satu kaki terhadap pemerintahan Probowo. Kalau soal kualitas, itu relatif ya. Itu akan diuji oleh waktu. Ini kan urusan pengalaman,” tegasnya.

Terkait penggantian Sri Mulyani yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar, Agus menyebut hal itu wajar dan hanya bersifat sementara.

“Ini soal kesempatan. Kalau diberi ruang, penggantinya bisa juga berprestasi. Prabowo ingin memberi peluang pada tokoh lain, bukan hanya itu-itu saja,” jelasnya.

Baca Juga: Dies Natalis Ke-33 UIN Raden Mas Said Surakarta, Teguhkan Panca Amanat Lurik

Menurut Agus, arah politik ini menunjukkan bahwa Prabowo mulai menjauh dari pengaruh Jokowi beserta koalisi besar yang terbentuk sebelumnya.

“Pelan tapi pasti arahnya ke sana. Tidak mudah memang, karena Jokowi berkuasa 10 tahun dengan berbagai gebrakan. Tapi Prabowo akan melakukan secara bertahap,” tandasnya. (zia/fer)

Editor : fery ardi susanto
#resuffle kabinet prabowo #pengamat politik uns