SOLO, Radar Solo – Ajang tahunan Kreasi Anak Sekolah Solo (Kreasso) 2025 kembali digelar di Tirtonadi Convention Hall selama dua hari, Rabu-Kamis (24-25/9).
Puluhan booth yang diisi sekolah jenjang SD-SMA/SMK sederajat memamerkan karya kreatif masing-masing. Mulai dari seni rupa, produk daur ulang, praktik melukis, nail art, koding berbasis 3D printing, robotik, kuliner, fashion, hingga berbagai produk inovatif lainnya.
Kreasso dibuka Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, Rabu (24/9). Dimulai pukul 08.00-22.00, para pelajar menampilkan pertunjukan seni, bakat, dan kreativitasnya. Hari pertama diisi perform sendratari kolaborasi MGMP Seni Budaya SMP, bersama pelajar SMP se Kota Solo.
Astrid mengajak guru, orang tua, dan masyarakat untuk menjaga lingkungan pendidikan yang kondusif. Sehingga anak-anak tumbuh cerdas intelektual, berkarakter kuat, serta kaya akan seni dan budaya.
“Kreasso bukan sekadar ajang seni, tetapi wadah yang mempertemukan semangat, bakat, pendidikan, budaya, dan teknologi anak-anak Solo. Pemerintah Kota Solo berkomitmen terus memberi ruang dan dukungan terhadap kegiatan positif seperti Kreasso,” ucap Astrid.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dwi Ariyatno menambahkan, Kreasso merupakan ruang bagi kreativitas, prestasi, dan ekspresi pelajar. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penampilan, seluruhnya dikerjakan siswa SD-SMA/SMK sederajat.
“Harapannya, Kreasso menjadi wadah yang semakin luas bagi anak-anak berprestasi. Tahun ini mengusung tema Jiwa Berbudaya, Prestasi Global Mendunia,” bebernya.
Menurut Dwi, setinggi apa pun prestasi pelajar, mereka diharapkan tetap tekun, berjiwa budaya, dan nasionalis.
“Ini wadah kreasi, kreativitas, dan ekspresi untuk anak, oleh anak, dan dari anak. Tugas kami mendampingi dan mengarahkan, agar mereka menuju masa depan yang indah,” pesannya.
Sementara itu, guru SMPN 18 Solo Fauzun Nurish mengaku sekolahnya menampilkan karya dekorasi dari barang bekas, kertas daur ulang untuk buku tamu, dan seni lukis.
“Kami juga membuat keripik dari batang pisang dan teh daun pucuk merah,” ujarnya. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto