RADARSOLO.COM - SD Muhammadiyah 1 Ketelan menegaskan sikap mereka untuk tetap mengelola menu makan bergizi bagi siswa secara mandiri, meskipun ada tawaran dari program nasional makan bergizi gratis (MBG).
Sekolah beralasan, konsep dapur sehat ramah anak sudah berjalan sukses selama 10 tahun terakhir.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Sri Sayekti membenarkan adanya tawaran MBG, namun sekolah lebih memilih meneruskan program yang sudah ada sejak 2015.
"Saat terakhir mereka (SPPG) datang kami sampaikan kalau di sini sudah ada program sejenis yang sudah berlangsung selama 10 tahun," kata Sri Sayekti.
Program dapur sehat sekolah tersebut tidak hanya sebatas menyediakan makanan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kemandirian dan gizi.
Keberhasilan ini dibuktikan dengan predikat Juara 1 Lomba Kantin Sehat dari Pemkot Solo pada 2016 dan penghargaan dari menteri kesehatan pada 2023.
Sekolah berharap adanya skema lain, misalnya dana MBG per porsi (misalnya Rp 15.000) dialokasikan ke sekolah untuk dikelola secara mandiri dengan laporan pertanggungjawaban (LPJ) periodik.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan bahwa dapur sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan tidak akan digantikan oleh program nasional MBG.
Sebaliknya, pemkot justru akan menjadikan program yang sudah berjalan 10 tahun itu sebagai percontohan.
"Tidak ada yang ganti (MBG). Justru itu akan kita jadikan percontohan karena dia berhasil salah satunya," tegas Respati Ardi, Senin (29/9).
Pemkot sangat mendukung kantin sehat dan justru akan belajar dari pelaksanaan dapur sehat di SD Muhammadiyah 1 Ketelan.
Dia juga menyebut, Pemkot Solo sendiri sudah memiliki program serupa untuk penanganan stunting dengan melibatkan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
"Soal penerapan MBG, silakan itu kan hak dari beliau. Jadi tidak wajib diganti. Nanti saya akan komunikasi dan belajar (dapur sehat)," ujarnya. (ves/bun)
Editor : Niko auglandy