Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

DPRD Solo Minta Percepatan Pembangunan SMA Baru di Laweyan

Silvester Kurniawan • Senin, 6 Oktober 2025 | 03:55 WIB

 

SPMB di SMA Negeri 1 Solo. (Arief Budiman/Radar Solo)
SPMB di SMA Negeri 1 Solo. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sejumlah persoalan terkait zonasi hingga alasan belum adanya instansi pendidikan untuk jenjang SMA di wilayah Kecamatan Laweyan jadi pembahasan publik. Komisi IV DPRD Kota Surakarta mendorong pembangunan SMA baru di wilayah Kecamatan Laweyan.

“Ini kan untuk memajukan pendidikan di Solo, di Laweyan kan memang kurang untuk fasilitas sekolah. Jadi kalau ada penambahan SMA lagi itu bisa menjadi info yang menarik terlebih untuk yang berdomisili di Laweyan. Kalau untuk pendidikan saya yakin teman-teman dewan akan support,” ucapnya, Minggu (5/10/2025).

Pihaknya mendorong pemerintah kota untuk memetakan aset-aset pemerintah yang memungkinkan untuk pembagunan SMA baru itu. Konsepnya pun bisa kolaborasi dengan pemerintah provinsi atau pemerintah pusat. Misalnya dengan konsep penyediaan lahan dari pemerintah kota sementara anggaran pembangunannya dari provinsi atau pemerintah pusat.

“Kalau pengadaan lahan anggaran kita tidak memungkinkan, tetapi kalau pemanfaatan lahan bisa dilakukan. Nanti bisa kolaborasi dengan provinsi atau pusat untuk anggaran pembangunannya sehingga tidak memberatkan APBD Solo,” ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Janjang Sumaryono mengiakan bahwa kebutuhan untuk SMA baru sempat dibahas beberapa kali di komisinya.

Pemkot Solo juga didorong segera memetakan aset yang bisa dimanfaatkan untuk meminimalkan biaya penyediaan SMA baru di wilayah Laweyan.

“Setiap tahun banyak siswa Laweyan yang tersingkir karena kalah jarak dengan siswa dari kecamatan setempat, yakni akibat sistem zonasi yang mengutakan domisili terdekat. Masalahnya kebanyakan dari keluarga kurang mampu dan akhirnya terpaksa memasukkan anak mereka ke sekolah swasta. Kalau ada SMA negeri baru tentu akan menjadi solusi untuk warga Laweyan,” hemat Janjang.

Dari usulan penyediaan SMA negeri baru di Laweyan itu muncul beberapa opsi mulai dari pemanfaatan lahan rumah dinas pimpinan DPRD Kota Solo, hingga menggeser SMP Negeri 24-25 Surakarta.

“Saya sudah usulkan SMA itu, kan yang blankspot di Laweyan. Kami masih nunggu dari provinsi,” ucap Wali Kota Solo Respati Ardi belum lama ini. (ves/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#sma negeri #laweyan