Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

UDB dan UNS Kolaborasi Kembangkan Model Desa Tangguh Bencana Berbasis Kearifan Lokal di Wonogiri

Nur Pramudito • Senin, 6 Oktober 2025 | 17:19 WIB
UDB dan UNS Kolaborasi Kembangkan Model Desa Tangguh Bencana Berbasis Kearifan Lokal di Wonogiri
UDB dan UNS Kolaborasi Kembangkan Model Desa Tangguh Bencana Berbasis Kearifan Lokal di Wonogiri

RADARSOLO.COM - Suasana penuh semangat menyelimuti kegiatan pembukaan Program Kosabangsa 2025 yang digelar di rumah Ketua UPPKA Dusun Jladri, Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Program Kosabangsa 2025 bertajuk "Pengembangan Model Desa Tangguh Bencana Berbasis Kearifan Lokal di Kawasan Rawan Bencana Desa Pucung Kecamatan Kismantoro Wonogiri."

Program Kosabangsa 2025 kali ini dilaksanakan oleh Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta sebagai pelaksana dan didampingi oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Salah satu fokus utamanya adalah penguatan ekonomi keluarga melalui pendampingan terhadap UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor), yang berkomitmen mengembangkan produk olahan berbasis potensi lokal seperti sirup empon-empon, produk unggulan Desa Pucung.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, dan sambutan dari sejumlah tokoh penting.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua UPPKA Ibu Ika Puji Rahayu, Ketua Pelaksana Kosabangsa 2025 Bapak Wiji Lestari, S.Si., M.Kom. dari UDB Surakarta, serta Kepala Desa Pucung Bapak Kateno.

Ketiganya menyampaikan apresiasi atas semangat dan kerja keras anggota UPPKA yang terus berinovasi untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Dalam sambutannya, Wiji Lestari menyampaikan bahwa kegiatan Kosabangsa ini bukan hanya tentang pelatihan, tetapi juga upaya nyata membangun kemandirian ekonomi dan ketangguhan masyarakat desa.

"Kosabangsa adalah ruang kolaborasi antara kampus dan masyarakat. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami ingin agar UPPKA dapat memproduksi dengan standar yang baik, mengemas dengan menarik, dan memasarkan secara digital agar produk lokal bisa menembus pasar yang lebih luas," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan pendamping dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr.Eng. Ir. Pringgo Widyo Laksono, menegaskan pentingnya standar mutu dalam proses produksi.

"Penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) sangat penting agar produk UMKM tidak hanya laku di pasar lokal, tapi juga memenuhi syarat untuk naik kelas ke pasar modern dan ekspor. Kualitas menjadi kunci untuk keberlanjutan usaha," jelasnya.

Sebelum sesi pelatihan utama dimulai, para peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pengetahuan awal mereka.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi Good Manufacturing Practice (GMP) yang disampaikan langsung oleh Dr.Eng. Ir. Pringgo Widyo Laksono.

Materi ini membahas pentingnya penerapan standar produksi yang higienis, berkualitas, dan aman dikonsumsi agar produk olahan UPPKA dapat menembus pasar yang lebih luas.

"Harapannya, setelah pelatihan ini, produk UPPKA tidak hanya enak diminum, tetapi juga memenuhi standar kebersihan dan siap naik kelas," ujar salah satu peserta dengan antusias.

Melalui kegiatan ini, Program Kosabangsa 2025 berupaya memperkuat kapasitas pelaku UMKM desa agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, sekaligus mendorong UPPKA Desa Pucung menjadi contoh sukses pemberdayaan ekonomi keluarga di kawasan pedesaan Wonogiri.

Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari model Desa Tangguh Bencana Berbasis Kearifan Lokal, yang tidak hanya menyiapkan masyarakat secara sosial dan lingkungan, tetapi juga secara ekonomi agar tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan.(*)

Editor : Nur Pramudito
#Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. #kearifan lokal #universitas duta bangsa surakarta #udb #Desa Tangguh #uns #kolaborasi #wonogiri