RADARSOLO.COM – Kurikulum kependudukan sebelumnya hanya menyasar jenjang SMP dan SMA sederajat di Kota Solo. Kini, kurikulum ini mulai diterapkan di jenjang sekolah dasar (SD). Seiring prestasi ciamik SDN Kemasan 1 Solo, yang menyabet juara satu dalam Lomba Sekolah Siaga Kependudukan tingkat nasional.
Prestasi ini membuat Wakil Wali (Wawali) Kota Solo Astrid Widayani kepincut untuk menyambangi SDN Kemasan 1, Senin (13/10). Menurut Astrid, SD ini bisa menjadi pilot project sekolah lainnya dalam penerapan kurikulum kependudukan.
Menurut Astrid, kurikulum kependudukan harus diterpakan di jenjang SD karena mempertimbangkan manfaat dan edukasi sejak dini. Teknisnya, bisa dikemas sekreatif mungkin agar pembelajaran lebih menyenangkan bagi anak.
“Intinya, sekolah harus berinovasi dan kreatif dalam membangun wawasan baru yang berkaitan dengan isu kependudukan. Tujuannya agar jumlahnya seimbang dan berkualitas,” imbuh Astrid.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dwi Ariyatno menegaskan kurikulum kependudukan merupakan program dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Bertujuan untuk mengedukasi dan memberi pemahaman pada pelajar terkait fenomena kependudukan yang ada di Indonesia.
“Itu programnya dari BKKBN, sudah diterapkan di sekolah-sekolah di Solo. Termasuk untuk jenjang SD,” hemat Dwi. (ves/fer)
Editor : fery ardi susanto