RADARSOLO.COM – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo sudah berjalan sekira tiga bulan. Namun hingga kini, siswa belum mendapatkan bantuan laptop sebagaikan dijanjikan di awal program. Selain itu, SRMA juga kekurangan LCD proyektor.
Fasilitas SRMA 17 Solo Sekolah Rakyat telah diresmikan pada Juli lalu. Berbagai fasilitas juga telah disediakan seperti asrama lengkap dengan kasur susun, lemari, kamar mandi, shower, hingga difasilitasi outing class yang telah dilaksanakan dua kali.
Wakil Kepala Bidang Humas SRMA 17 Solo Patricia Antya Novin menjelaskan, sejumlah fasilitas pendukung KBM belum lengkap. Di antaranya belum tersedia smart board dan masih pakai papan tulis biasa.
“LCD proyektor juga belum ada di setiap kelas,” ungkap Novin, Rabu (22/10).
Kendati demikian, siswa dipastikan tetap belajar seperti sekolah umum lainnya.
“Anak-anak difasilitasi outing class. Sudah dua kali. Pertama di Tawangmangu, Karanganyar. Yang kedua di Kampung Batik Laweyan,” jelas Novin.
Sementara itu, siswa SRMA 17 Solo menanti bantuan laptop yang telah dijanjikan. Selain itu, mereka juga berharap adanya tambahan jam belajar. Mengingat sebentar lagi memasukji masa ujian.
“Semoga fasilitas laptop yang dijanjikan segera turun. Karena pembelajaran masih manual pakai catatan, jadi kurang mendukung. Apalagi penggunaan ponsel dibatasai hanya Sabtu dan Minggu,” ujar siswa kelas X SRMA 17 Solo Danindra Hanif. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto