Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Ajak Disabilitas Ekspresikan Seni Melalui Teknologi AI

Alfida Nurcholisah • Senin, 27 Oktober 2025 | 01:57 WIB

 

 

El Dio menunjukkan hasil karyanya didampingi oleh orang tua dan mahasiswa UNS.
El Dio menunjukkan hasil karyanya didampingi oleh orang tua dan mahasiswa UNS.

RADARSOLO.COM Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) dan Binus University bantu disabilitas ekspresikan seni melalui AI. Kegiatan ini diikuti oleh anak disabilitas se-Jawa Tengah dengan didampingi orang tuanya di Aula Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS, Minggu (26/10).

Melalui program Aku Mampu AI melatih kognitif anak-anak disabilitas untuk berkarya seni dengan menggambar dan promting AI (Gemini).

"Anak-anak kami latih untuk menggambar, orang tuanya memfoto kemudian orang tuanya yang melakukan promting AI," ungkap koordinator penyelenggara Ercillia Rini.

Bukan hanya gambar biasa, karya mereka akan diaplikasikan dalam bentuk baju atau kaos yang memiliki nilai jual. Semangat ini menunjukkan meski memiliki gangguan belajar, anak down syndrome masih bisa berkarya.

"Meski mereka mengalami retardasi mental, mereka masih ada yang hafal Alquran, pintar menggambar, dan bahkan ada yang sudah bisa promting. Maka harus ada kolaborasi dengan orang tua," imbuhnya.

Selain untuk melatih kemampuan kognitif anak down syndrome, kegiatan ini adalah bentuk apresiasi UNS sebagai kampus yang menerima mahasiswa disabilitas.

"Suka gambar ular, ikan, pesawat, burung, rumah balon," jelas salah satu peserta El Dio, 14.

Peserta dibekali keterampilan praktis menggunakan platform AI untuk membuka peluang kerja jarak jauh atau meningkatkan produktivitas di rumah. Kegiatan ini membantu orang tua dalam tumbuh kembang anak.

Salah seorang orang tua siswa, Nining Ariyani mengungkapkan, AI dapat membantu menyempurnakan gambar anak.

"Dengan bantuan AI gambar kucing sederhana bisa lebih menarik, sehingga anak termotivasi untuk terus menggambar," jelas Nining.

Pelatihan ini mendukung anak disabilitas untuk berkarya hingga menghasilkan nilai jual. Arcillia menekankan perlu adanya kolaborasi dan pendampingan antara anak, orang tua, hingga perguruan tinggi dalam mendukung motorik anak down syndrome. (alf/nik)

Editor : fery ardi susanto
#program aku mampu ai #universitas sebelas maret #uns #binus university