RADARSOLO.COM – Efisiensi anggaran dan pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat tak berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kota Solo. Proyek revitalisasi bangunan sekolah tetap berjalan tahun depan. Kendati demikian, ada pengurangan 30 persen untuk pembangunan dan rehabilitasi fisik.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dwi Aryatno menjelaskan, sektor pendidikan tidak terpengaruh efisiensi anggaran. Seluruh program yang sudah berjalan tetap terlaksana tahun depan.
“Program pendidikan seperti MBG (makan bergizi gratis), BPMKS (Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta), dan Sekolah Rakyat (SR) tetap terlaksana. Hanya saja ada pemangkasan anggaran untuk pembangunan dan rehabilitasi fisik,” jelas Dwi, Senin (27/10).
Dwi menambahkan, tahun ini proyek pembangunan dua sekolah sudah kelar. Yakni SDN Madyotaman dan SMPN 1 Solo. Karena masih proses administrasi, untuk sementara gedung SDN Madyotaman belum diserahkan.
“Antara November-Desember ini penyerahan dan peresmian. Harapannya Januari 2026 gedung baru sekolah sudah bisa digunakan,” kata Dwi.
Dwi mengakui, ada alokasi anggaran untuk program lanjutan pembangunan gedung sekolah. Di antaranya SMP Khusus Olahraga (SKO) dan SMPN 27 Solo. Saat ini, proyek dua sekolah tersebut masuk tahap rekonstruksi.
“Masih ada beberapa yang masuk prioritas, terutama pembangunan lanjutan untuk tahun depan. Kalau tidak dilanjutkan, sangat berisiko bangunannya rusak,” beber Dwi.
Di sisi lain, salah satu sasaran revitalisasi yakni gedung SDN Madyotaman. Saat ini proyek sekolah tersebut sudah kelar dan siap digunakan. Selama pembangunan, kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara menempati eks gedung SDN Tumenggungan.
“Gedung baru sudah jadi. Revitaliasi kemarin dua tahap. Tahap pertama terkait gedung dan bangunan dalam. Tahap kedua bagian luar seperti lapangan, halaman depan, dan pagar,” jelas Kepala SDN Madyotaman Suro.
Suro menambahkan, revitalisasi dilakukan karena bagian belakang gedung sudah rusak dan membahayakan siswa.
“Kami sementara ini menempati SDN Tumenggungan, yang sudah di-regrouping ke SDN Beskalan. Ini kami masih menunggu kapan segera pindah karena gedung baru sudah jadi,” ujarnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto