Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dhuwung Gumelang, Pameran Internasional Keris Fest ke-6 di ISI Surakarta: Peserta dari Luar Negeri Ikut Berpartisipasi

Alfida Nurcholisah • Rabu, 29 Oktober 2025 | 22:21 WIB
Pameran Internasional Keris Fest ke-6 di ISI Surakarta
Pameran Internasional Keris Fest ke-6 di ISI Surakarta

RADARSOLO.COM — Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali unjuk kebolehan lewat Pameran Internasional Keris Fest ke-6 yang digelar di Pendapa Ageng GPH Joyokusumo, pada 26–28 Oktober 2025.

Tak sekadar pameran, rangkaian kegiatan juga diisi dengan bedah buku, workshop tempa keris, hingga sungging warangka (melukis warangka).

Tahun ini, tema “Dhuwung Gumelang” diangkat sebagai representasi ketajaman pola pikir, batin, dan filosofi hidup. Ketajaman batin itu menjadi pedoman dalam bersikap, berbudaya, serta menciptakan harmoni dengan sesama.

Sebanyak 108 karya ditampilkan dalam pameran ini. Karya-karya tersebut berasal dari dosen, mahasiswa, mitra Prodi Keris, hingga koleksi luar negeri.

“Kita memiliki jaringan dari universitas luar negeri dan program darmasiswa. Keris bukan hanya dikenal di Indonesia, tapi juga di luar negeri. Di sana, dikenal dengan istilah Damascus pattern, kalau di kita disebut pamor,” ujar Ketua Panitia, Surya, kepada Radar Solo.

Salah satu peserta pameran, Lingga Nugraha, memamerkan keris dengan pamor Pedaringan Kebak — jenis pamor dengan lipatan terbanyak, mencapai sekitar 200 lipatan.

“Pamor Pedaringan Kebak ini saya buat selama sekitar empat bulan. Ini juga menjadi salah satu tugas akhir kami dalam bentuk karya. Dalam prosesnya, saya dibimbing oleh Empu Bandi dan Empu Intan sebagai dosen praktisi,” terang mahasiswa Prodi Keris tersebut.

Lingga berharap, kegiatan seperti Keris Fest dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri melalui karya dan diapresiasi masyarakat luas.

Selain menjadi ruang kajian dan apresiasi terhadap keragaman keris nusantara, kegiatan ini juga memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.

Terbukti dari kehadiran peserta dan tamu undangan asal Jerman, Inggris, Belanda, Thailand, hingga Filipina.

“Keris adalah aset global milik Indonesia. Karena itu, kita harus melestarikan budaya luhur ini sebagai simbol kejayaan dan keabadian budaya bangsa,” pungkas Surya, Senin (27/10). (alf/nik) 

Editor : Niko auglandy
#pameran #keris #isi surakarta