RADARSOLO.COM – Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Surakarta menggelar pementasan All Etno ke-22 di Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Kamis malam (30/10). Pertunjukan musik etnik ini mengundang berbagai seniman dari ISI Yogyakarta, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Pertunjukan musik ini telah ada sejak 2003. Digelar sebagai ajang pertunjukan musik sesama institut seni di Indonesia. All Etno menunjukkan musik bukan hanya sebagai hiburan, tetapi instruktur kesejahteraan sosial. Acara dibalut dalam tema music and social welfare.
Ketua panitia All Etno Kristo Adriansyah menjelaskan, pertunjukan musik tahun ini lebih menekankan pada perpaduan musik barat dan etnik gamelan.
Hari pertama ada pementasan dari Teatrical Collaborative Performance. Dilanjutkan penampilan Etnoensemble, Laskar Blambangan, ISBI Bambu, UNNES Sendratasik, dan Komunitas Bondet.
"Di hari kedua (31/10) guest star event ini adalah The Skit, grup band asal Solo yang kita padukan dengan pertunjukan reog," ungkapnya, Kamis (30/10).
Pertunjukan ini bukan hanya sebagai ajang pertunjukan musik. Kristo menambahkan, ini sebagai bukti bahwa Etnomusikologi bisa berkarya. Bukan hanya dari alat musik, tetapi manajemen pertunjukan musik.
Selaras dengan hal itu, Ketua Jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta Aris Setiawan mengungkapkan, selaku dosen, dia mendorong mahasiswa Etnomusikologi untuk tidak hanya pandai bermain musik, tapi juga membuat pertunjukkan musik.
Sementara itu, Rektor ISI Surakarta Bondet Wrahatnala menjelaskan, musik selalu menawarkan bahasa universal yang memberantas sekat-sekat perbedaan.
"Setiap dawai yang dipetik tabuhan kendang lantunan vokal membawa kita kembali ke konteks kemanusiaan yang mulai memudar," papar Bondet.
Dia menekankan ISI Surakarta memiliki misi bersama dalam menjaga, meneliti, dan menghidupkan kembali musik Nusantara agar tetap relevan di kehidupan saat ini.
"Musik bukan hanya media hiburan, tapi juga musik dapat menumbuhkan kesejahteraan spiritual dan sosial. Bukan sekedar event tahunan tapi juga menjunjung nilai-nilai kemanusiaan," katanya mengakhiri sambutan. (alf/nik)
Editor : Niko auglandy