Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

UNS Raih Penghargaan Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025: Top Kampus Riset dan Inovasi Berdaya Saing Global

Mannisa Elfira • Minggu, 2 November 2025 | 13:41 WIB
INSPIRATIF: Direktur Jawa Pos Radar Group Marsudi Nurwahid Prapto beri penghargaan Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025 untuk UNS, yang diterima langsung Rektor Prof. Hartono
INSPIRATIF: Direktur Jawa Pos Radar Group Marsudi Nurwahid Prapto beri penghargaan Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025 untuk UNS, yang diterima langsung Rektor Prof. Hartono

‎RADARSOLO.COM - ‎Kiprah riset Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali mendapat pengakuan. Berkat produktivitas riset dan publikasi ilmiah yang terus melesat, UNS diganjar penghargaan Top Kampus Riset dan Inovasi Berdaya Saing Global dalam Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025.

‎‎Bagi Rektor UNS Prof. Hartono, pencapaian ini menjadi refleksi keseriusan kampus dalam menapaki peta persaingan riset global. Melalui rencana strategis lima tahun ke depan bertajuk DREAMTEAM, yang mana salah satunya riset, UNS terus mengakselerasi kualitas riset yang berdampak tinggi.

‎"Sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang memberi kontribusi nyata dalam pemecahan masalah di masyarakat dan bangsa. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Solo yang memberikan penghargaan ini untuk UNS," ucap  saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di kampus setempat.

‎Ranking kedelapan nasional yang ditorehkan UNS dalam Scimago Institution Rankings (SIR) 2024 bukanlah raihan yang datang secara kebetulan. Ini buah dari strategi riset yang terarah dan berkelanjutan.

‎Peningkatan kapasitas dan kompetensi peneliti menjadi salah satu kuncinya. Di setiap tahunnya, UNS terus mengadakan pelatihan-pelatihan untuk mendukung performa peneliti. Contohnya, klinik penulisan artikel. Kemudian juga melalui pengelolaan jurnal.

‎"Kami juga membuat rancangan skema penelitian kolaborasi, karena bobotnya tinggi. Baik dalam ataupun luar negeri," sebut Prof. Hartono.

Rektor UNS Prof. Hartono
Rektor UNS Prof. Hartono

‎‎Budaya riset di lingkungan kampus diperkuat. Akses jurnal ilmiah juga diperluas. Termasuk dukungan pendanaan riset ditingkatkan, hingga pemberian reward bagi peneliti berprestasi menjadi bagian dari ekosistem riset yang produktif. Belum cukup, UNS juga menguatkan kapasitas laboratoriumnya.

‎"Kami juga menguatkan sistem manajemen informasi riset melalui yang namanya IRIS1103 (Intelligent Research and Innovation Services 1103)," tuturnya.

‎‎Dua tahun terakhir, performa publikasi ilmiah UNS menunjukkan tren yang impresif.

Konsisten menembus angka lebih dari 2.000 artikel, terindeks Scopus setiap tahunnya.

Pada 2024 tercatat sebanyak 2.123 artikel telah terpublikasi, sementara hingga Oktober 2025 jumlahnya sudah mencapai 1.711 artikel.

‎"Kami kerja keras untuk mencapai ini," ucapnya.

‎‎Menariknya, UNS juga mencatat prestasi gemilang peringkat 2 nasional di The World University Rankings 2026, peringkat ke-6 nasional dalam The University Impact Rankings 2025, dan peringkat ke-3 nasional untuk Fakultas Kedokteran berdasarkan The World University Ranking (THE WUR) 2025.

Selain itu, UNS juga masuk dalam jajaran top 3 di Indonesia dalam The Asia University Rankings 2025.

‎‎"Kami terus melakukan penguatan, tidak hanya dibidang riset. Lembata pemeringkatan memotret tetap secara komprehensif, bagaimana akademik atmosfernya, proses pendidikan, output lulusan, dan segala macam. Sehingga kami terus melakukan penguatan kegiatan tridarma perguruan tinggi (pengajaran, penelitian, dan pengabdian) dengan menjalankan renstra DREAMTEAM kami," jelasnya.

‎‎UNS juga aktif melakukan benchmarking atau studi banding sekaligus kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi ternama dunia.

Tak berhenti di situ, peningkatan kapasitas lulusan juga menjadi perhatian utama.

‎"Itu yang kami lakukan secara garis besarnya. Dalam DREAMTEAM, nanti dituangkan dalam program kerja dari tahun ke tahun. Sehingga titik tangkapnya bagaimana proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat kita meningkat. Itu otomatis pemeringkatan akan meningkat," paparnya.

‎‎Disinggung soal target lima tahun ke depan, Prof. Hartono menyebut fokus utama UNS adalah mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan. Pencapaian itu akan ditempuh melalui implementasi rencana strategis DREAMTEAM serta penguatan budaya kerja ACTIVE.

Green Campus Terbaik

EMPAT tahun tak tergoyahkan. Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) empat kali berturut-turut dinobatkan sebagai Juara Green Campus Terbaik I.

Di balik penghargaan itu, tersimpan kerja keras untuk menata infrastruktur ramah lingkungan sekaligus mendorong riset menuju keberlanjutan global.

Raihan tersebut menambah panjang daftar prestasi FMIPA UNS sebagai juara umum Green Campus. Total, fakultas ini telah enam kali menyabet gelar juara umum, yakni pada tahun 2016, 2017, 2021, 2022, 2023, dan 2024.

Rektor UNS Prof. Hartono menjelaskan ajang Green Campus internal adalah program tahunan yang bertujuan untuk mendorong seluruh fakultas dan unit kerja di lingkungan universitas agar berkontribusi dalam menciptakan kampus yang berkelanjutan, bersih, dan hijau.

"Keberhasilan FMIPA diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi fakultas lainnya serta memperkuat komitmen universitas dalam mewujudkan kampus hijau yang berkelanjutan," ucapnya.

DEMI ALAM: Peringati Hari Lingkungan Hidup, UNS Jernihkan Danau dengan Eco-Enzyme.
DEMI ALAM: Peringati Hari Lingkungan Hidup, UNS Jernihkan Danau dengan Eco-Enzyme.

Sebagai bentuk keseriusan, UNS telah membentuk tim Green Campus yang bertugas menjamin seluruh standarisasi infrastruktur universitas memenuhi prinsip K3 dan kampus hijau.

"Kami berkomitmen kuat menjadi green campus. Setiap tahun, masing-masing fakultas kami adu supaya meningkatkan capaian indikator green campus UNS. Hasilnya, kami meningkat terus. Terakhir kami di enam besar untuk UI GreenMetric," lanjutnya.

Selain itu, UNS juga memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen ini telah dimasukkan dalam rencana strategis universitas untuk menjawab isu-isu lingkungan.

"Per 2023 sebanyak 10.159 paper dihasilkan dari riset berbasis SDG’s. Kami menargetkan hingga akhir 2029 akan ada 18.000 paper dihasilkan dari riset berbasis SDGs," sebutnya.

Di sisi lain, bicara soal prodi, UNS terus memperkuat posisi di kancah internasional.

Sejumlah prodi kini telah mengantongi akreditasi internasional yang mencerminkan bahwa standar pendidikan yang ditawarkan oleh prodi sudah sama dengan standar pendidikan yang dijalankan di kampus-kampus ternama di dunia.

"Sekarang ini hampir 35 persen prodi S1 kami terakreditasi internasional. Sementara per 2023 sebanyak 33.77 persen dari prodi S1 dan D3/D4 terakreditasi internasional yang diakui pemerintah," ucap Prof. Hartono.

Tercapainya akreditasi internasional diyakini bakal mendorong kepercayaan peneliti, mahasiswa, atau calon mahasiswa dari luar negeri untuk kuliah di UNS.

Hal ini meningkatkan kredibilitas UNS dalam dunia internasional dalam menarik kampus-kampus dan institusi ternama untuk berkolaborasi dengan UNS.

Berbagai capaian internasional tersebut juga menjadi dorongan bagi UNS untuk terus menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap tantangan global dan perkembangan teknologi.

"Kami juga mengupdate terus kurikulum menjadi Outcome-based Education dan student-center learning. Tidak hanya berpusat pada dosen, tapi juga studentnya. Kami juga memastikan mahasiswa dibekali kemampuan teknis atau soft skill. Internship atau program magang juga wajib bagi mahasiswa," tuturnya. (nis/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#radar solo #anugerah pendidikan #uns