RADARSOLO.COM – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar focus group discussion (FGD) di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo, Selasa (3/11). Hal ini dilakukan untuk menyusun dan memperkuat sistem administrasi pengelolaan kerja sama perguruan tinggi.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan ISI Surakarta, termasuk rektor, dekan, kepala jurusan, serta staf unit kerja terkait.
FGD menghadirkan narasumber dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), perguruan tinggi yang meraih peringkat satu dalam penilaian kerja sama nasional. Narasumber berbagi praktik baik (best practice) dalam tata kelola kerja sama yang efektif, mulai dari penyusunan dokumen, pelaksanaan, hingga pelaporan.
Kabag Umum Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta Indah Widiastuti menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dosen dan tenaga kependidikan terkait SOP, dokumen IA dan MoA, serta laporan kerja sama.
“Selama ini sistem kita masih perlu ditertibkan. Kadang kerja sama sudah berjalan, tapi MoA belum ada. Melalui kegiatan ini, kita ingin menata kembali administrasi pengelolaan kerja sama di ISI,” ujarnya.
Diskusi berlangsung interaktif dan ditutup dengan rencana tindak lanjut penyusunan pedoman administrasi kerja sama yang akan diberlakukan di seluruh unit ISI Surakarta. (alf/bun)
Editor : Kabun Triyatno