RADARSOLO.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo terus berupaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Salah satunya melalui pelatihan pembelajaran berbasis Science, Thecnology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) bagi guru SD dan SMP. Kegiatan ini dilaksanakan di aula kantor Disdik Kota Solo, Rabu (5/11).
Pelatihan diikuti puluhan guru jenjang SD dan SMP se Kota Solo. Bertujuan mengenalkan sekaligus menguatkan penerapan pendekatan STEAM dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
"Kami membekali guru-guru supaya lebih update dalam pembelajaran. Pembelajaran lebih menyenangkan dengan memadukan antara matematika, teknologi, science, dan art. Sebab semua itu saling terintegrasi. Pada pelatihan ini guru harus aktif dan terus upgrade agar selangkah lebih maju dari muridnya," papar Kasi Manajemen dan Peningkatan Mutu SMP Disdik Kota Solo Anik Indriyani.
Rencananya, pelatihan akan digelar tiga hari. Anik berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Namun berlanjut dengan pendampingan dan praktik di sekolah-sekolah.
"Dengan demikian, hasil pelatihan bisa diimplementasikan secara nyata. Sehingga memberi dampak positif bagi kualitas pembelajaran di Kota Solo," pesan Anik.
Melalui pelatihan ini, puluhan guru dari 75 sekolah tidak hanya menerima materi teori. Mereka juga praktik merancang proyek pembelajaran berbasis STEAM. Misalnya membuat projek jembatan dari bahan dasar stick kayu.
"Guru-guru kami pandu untuk berpikir kritis dan menumbuhkan leadership dengan membuat jembatan hanya dari satu bahan yaitu stick kayu. Tidak boleh menggunakan lem atau alat bantu lain," ujar narasumber pelatihan Abadi Gibran Khalil, yang juga CEO PT Reka Mersif.
Kegiatan ini melatih empat kemampuan dasar bagi guru. Mulai dari komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreatif. Salah seorang peserta pelatihan Fajar Mahendra yang juga guru SDN Mijipinilihan Solo mengaku, kegiatan ini memberikan banyak inspirasi untuk diterapkan di sekolah.
"Pembelajaran STEAM bisa diaplikasikan kepada anak-anak. Contohnya saat kami diminta membuat jembatan dari stick kayu. Menurut saya, ini salah satu metode pembelajaran deep learning yang bermakna, menyenangkan, dan mendalam,” ujarnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto